• KANAL BERITA

Indeks Demokrasi di Indonesia Terus Meningkat

Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), Prof Dr Mahmutarom SH MH, menyerahkan cendera mata kepada Anggota DPR RI Prof Dr H Noor Achmad MA dan para narasumber Seminar Nasional Politik dan Hubungan Internasional di aula kampus 1 Menoreh, Sampangan Semarang. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), Prof Dr Mahmutarom SH MH, menyerahkan cendera mata kepada Anggota DPR RI Prof Dr H Noor Achmad MA dan para narasumber Seminar Nasional Politik dan Hubungan Internasional di aula kampus 1 Menoreh, Sampangan Semarang. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri), Dr Drs Bakhtiar MSi mengatakan, dalam hal perkembangan demokrasi, pihaknya merasa gembira dan bersyukur karena perkembangan indeks demokrasi akhir-akhir ini terjadi kenaikan yang tajam dengan variabel kebebasan berpendapat, partisipasi, berserikat, lembaga demokrasi dan sebagainya

‘’Namun kebebasan tersebut mengalami deviasi yang luar biasa dalam praktik-praktik demokrasi,’’ kata Bakhtiar.

Dia mengatakan hal itu ketika menjadi pembicara kunci Seminar Nasional Politik dan Hubungan Internasional (Senas Polhi I 2018) di Kampus 1, Menoreh, Sampangan, Semarang, belum lama ini.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip), Agus Riyanto SIP MSi menjelaskan, seminar menghadirkan sejumlah pembicara yaitu Brigjen TNI Yasid Sulistiyo,MSi (Asdep Bidang Korwil Pertahanan dan Tataruang Perbatasan), Prof Dr Noor Achmad MA (Anggota DPR RI), Dr Nur Hidayat Sardini MA (mantan Ketua Bawaslu/DKPP RI),  Dr Dafri Agussalim MA (dosen Hubungan Internasional UGM) dan dimoderatori Ali Martin (dosen Hubungan Internasional Unwahas). Menurut Agus Riyanto, demokrasi membutuhkan pendekatan secara khusus agar tidak bertentangan dengan kearifan lokal. Karena demokrasi sebagai alat bukan tujuan. ‘’Tujuan utama adalah kesejahteraan rakyat,’’ katanya.

Ancaman Perbatasan

Asdep Bidang Korwil Pertahanan dan Tataruang Perbatasan, Brigjen TNI Yasid Sulistiyo MSi menjelaskan, bagaimana problem bangsa dalam ancaman transnational organized crime semakin nyata terutama di perbatasan seperti human traffiking, narkoba dan lain sebagainya. Ditambahkan Dafri Agussalim mengatakan, keamanan nasional sudah di depan nyata dengan lemahnya negara dalam penegakan hukum dan pola interaksi internasional. Hal itu menurutnya juga dialami beberapa negara Timur Tengah dengan fenomena Arab springs.

Anggota DPR RI, Noor Achmad mengatakan, hancurnya Afghanistan dan Suriah disebabkan karena lemahnya negara dan civil society yang akut berlandaskan sektarianisme Sunni-Syiah. ‘’Persitiwa tragis di Afghan dan Suriah dikhawatirkan akan terjadi di Indonesia manakala negara dan civil society tidak kuat,’’ katanya.

Menurut Nur Hidayat Sardini, demokrasi era digital membawa konsekuensi dan tantangan salah satunya isu populisme dan politik identitas.

‘’Politik identitas sangat kentara di era demokrasi indonesia. Politik identitas sudah sunatullah. Tidak perlu dihindari. Yang perlu dihindari adalah terjadinya politisasi politik identitas untuk kepentingan-kepentingan tertentu,’’ katanya.


(Agus Fathuddin/CN40/SM Network)