• KANAL BERITA

Pengusaha Kapal Siap Menyongsong Sejumlah Ruas Tol Lampung Hingga Aceh

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Realisasi pembangunan ruas jalan tol di Sumatera dari Lampung, Sumatera Selatan hingga ke Sumatera Utara dan Aceh, akan segera  semakin mendekati kenyataan. Pada bulan Desember 2018, ditargetkan selesai jalan tol dari mulai Pelabuhan Bakauheni, ke Metro Lampung, sampai ke Terbanggi Besar sepanjang 140 kilometer, yang selanjutnya juga terhubung dengan jalan tol Palembang – Indralaya.

Selesainya jalan tol ini akan memicu pertumbuhan aktifitas penyeberangan pada lintasan Merak – Bakauheni. Kementerian Perhubungan telah mengantisipasi pertumbuhan aktifitas penyeberangan ini secara dini dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 88 Tahun 2014, yang intinya mewajibkan kapal angkutan penyeberangan yang beroperasi pada lintasan Merak – Bakauheni berukuran paling sedikit 5.000 GT.

Untuk memenuhi kewajiban tersebut, perusahaan angkutan penyeberangan yang telah memiliki persetujuan pengoperasian kapal pada lintasan Merak – Bakauheni diberi waktu 4 (empat) tahun sejak Permenhub No. PM 88/2014 berlaku.

Indonesian National Ferryowners Association (INFA), menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan pemberlakuan Permenhub Nomor PM 88/2014 tersebut, dengan memenuhi kewajiban persyaratan operasi kapal penyeberangan minimal berukuran 5.000 GT pada Desember 2018.

“Insya Allah, setelah diberi waktu 4 (empat) tahun sejak Permenhub No. PM 88/2014 diterbitkan, armada kapal penyeberangan milik perusahaan yang tergabung dalam assosiasi INFA, yang telah memiliki persetujuan pengoperasian kapal pada lintasan Merak – Bakaheni, ditargetkan seluruhnya pada Desember 2018 (batas akhir sesuai Permenhub No. PM 88/2014) dapat memenuhi persyaratan yang diwajibkan Permenhub No. PM 88/2014 tersebut,” kata Ketua Umum INFA Edi Oetomo di Jakarta, Senin (3/9) siang.

Lebih lanjut Ketua Umum INFA ini menyatakan bahwa kapal-kapal penyeberangan dari perusahaan yang tergabung dalam assosiasi INFA, yang beroperasi di lintasan Merak – Bakauheni berjumlah 16 kapal atau 22 % dari total 70 kapal penyeberangan yang beroperasi di lintasan Merak – Bakauheni saat ini. Selama empat tahun masa penyesuaian yaitu dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 ini,  setidaknya ada tiga kapal anggota INFA yang dialihkan dengan kapal yang memenuhi persyaratan berukuran 5.000 GT.

“Penyesuaian kapal tersebut sebagai bagian dari komitmen para pimpinan perusahaan kapal penyeberangan anggota INFA yang pada tahun 2014 telah menyepakati isi pengaturan PM 88/2014,” jelas Edi Oetomo.


(Budi Nugraha/CN41/SM Network)