• KANAL BERITA

Hadapi Medan Ekstrim, Tracklink Excavator Rusak

Sejumlah pekerja memperbaiki kondisi tracklink excavator yang mengalami kerusakan di wilayah Desa Sembungan Kecamatan Kejajar, Wonosobo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Sejumlah pekerja memperbaiki kondisi tracklink excavator yang mengalami kerusakan di wilayah Desa Sembungan Kecamatan Kejajar, Wonosobo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Sebuah excavator mengalami kerusakan pada bagian tracklink saat melakukan pengeprasan jalur di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar, Wonosobo, baru-baru ini. Jalur sangat ekstrim mengharuskan para pekerja berjibaku secara ekstra guna menuntaskan sisa 1,5 kilometer proyek pembangunan jalur alternatif Dataran Tinggi Dieng melalui Desa Mlandi Kecamatan Garung ke Desa Sembungan Kecamatan Kejajar.

Penanggungjawab Lapangan PT Fanidita Sarana, Sofan, menyebutkan kondisi medan jalan memang sangat ektrim, karena banyak tanjakan dan tikungan sangat curam, sehingga banyak menghambat pekerjaan proyek. “Dengan kondisi jalan yang sulit, armada proyek mau pun alat berat harus ekstra hati-hati melakukan segala aktivitas. Ada lima alat exsafator kami turunkan untuk mempercepat pelebaran dan pengeprasan jalan," ujar dia.

Memang diakui, saat melakukan pengeprasan jalan di wilayah Sembungan, terdapat salah satu exsafator mengalami kerusakan pada bagian tracklink. Sehingga menghambat pengerjaan proyek kegiatan. Namun perbaikan langsung dilakukan secara cepat, guna mengejar proyek kegiatan yang hanya 120 hari. "Untuk saat ini, selain melakukan penyandaran di beberapa titik yang rawan, kami juga fokus membuka lahan yang akan menjadi jalan baru," beber dia.

Disebutkan, kondisi jalur saat ini, jika dulu untuk lebar jalan hanya sekitar empat meter, namun sekarang dilebarkan menjadi 11 meter. Meski pun kondisi jalan sangat sulit, pihaknya tetap memastikan awal September ini pembukaan lahan sudah selesai. "Selain alat berat, untuk mempercepat pembangunan pengerjaan pelebaran, pengerasan dan penyenderan jalan dilakukan sebanyak 100-an karyawan. Mereka kami ambil dari masyarakat lokal yang lebih mengerti kondisi jalan dan kontur tanah," terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Widi Puwanto menyebutkan, saat melakukan monitor di lapangan, persentase pembangunan baru sekitar tiga persen. Untuk pembangunan memang baru dimulai sekitar tiga pekan lalu. "Proyek pembanggunan jalur alternatif menuju Dataran Tinggi Dieng melewati Mlandi-Sembungan, saat ini masih tinggal 1,5 kilometer," ujar dia.

Untuk anggaran yang digelontorkan dalam penuntasan proyek pembangunan jalur alternatif pada tahap kedua tersebut mencapai Rp 18 miliar. Melalui dana alokasi khusus (DAK), pihaknya terus mengebut pembangunan tahap kedua di jalan antara Desa Mlandi Kecamatan Garung dengan Desa Sembungan Kecamatan Kejajar tersebut. "Proyek pembangunan Jalan Rakai Panangkaran ini memang masuk dalam prioritas utama pembangunan jalan di 2018 ini," tandas Widi.

Dengan anggaran mencapai Rp 18 miliar, program pembangunan rencananya akan digunakan untuk pembangunan penopang pelebaran dan perkerasan jalan, seperti halnya saluran-saluran dan senderan-senderan. Selain proyek penuntasan 1,5 Km menuju Sembungan, tahun ini pihaknya juga akan melakukan program pengaspalan jalan melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah yang akan dilakukan secara bersamaan.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)