• KANAL BERITA

Belasan Siswa SD di Rembang Keracunan Es Puter

Petugas Unit Reksrim Mapolsek Kaliori melakukan penyelidikan atas kasus keracunan minuman yang menimpa SDN 1 Dresi Kulon Kaliori, Kamis (30/8) kemarin. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Petugas Unit Reksrim Mapolsek Kaliori melakukan penyelidikan atas kasus keracunan minuman yang menimpa SDN 1 Dresi Kulon Kaliori, Kamis (30/8) kemarin. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Enam belas siswa SDN 1 Dresi Kulon Kecamatan Kaliori, Kamis (30/8) siang mengalami keracunan. Mereka harus dibawa ke Puskesmas setempat setelah mengalami pusing, nafas sesak dan mual setelah meminum es puter di sekolah.

Kapolsek Kaliori melalui Kanit Reskrim, Aiptu Ansori mengatakan, kronologi kejadian bermula saat seorang siswa kelas 5 bernama Umi Mutaaimah membeli minuman merk Es Puter. Korban membeli minuman tersebut dari salah seorang penjual yang berada di depan sekolah.

Saat meminumnya, korban merasakan tidak enak dan akhirnya memberikan es tersebut kepada teman-teman lainnya. Sehingga, dampak yang sama juga dirasakan oleh siswa lainnya yang juga ikut merasakan es.

Mereka yang meminum rata-rata mengalami sesak nafas, sakit perut, mual, muntah serta kepala pusing. Akhirnya, pihak sekolah memutuskan membawa siswa yang keracunan tersebut dibawa ke Puskesmas Kaliori untuk mendapatkan perawatan.

Menurut Ansori, diduga kuat minuman es puter yang dikonsumsi para siswa tersebut telah memasuki masa ekspaired alias kadaluarsa. Atas kejadian itu, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi serta mengumpulkan barang bukti.

“Siswa yang mengalami keracunan berjumlah 16 orang terdiri dari kelas 3, 4 dan 5. Mereka langsung mendapatkan prawatan di Puskemas setempat dan kondisi kesehatannya sudah stabil,” terang Ansori.

Atas kondisi itu, pihak sekolah dan siswa diimbau untuk berhati-hati dalam mengonsumsi jajanan. Hal yang harus diperhatikan adalah jajanan yang diedarkan di sekolah harus benar-benar dalam kondisi layak konsumsi.


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)