• KANAL BERITA

Teliti KTP Elektronik, Rukma Setyabudi Raih Gelar Doktor Administrasi Publik

Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi mendapatkan selamat dari Ganjar Pranowo seusai berhasil mendapatkan gelar doktor administrasi publik Undip, Kamis (30/8). (Foto: suaramerdeka.com /Cun Cahya )
Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi mendapatkan selamat dari Ganjar Pranowo seusai berhasil mendapatkan gelar doktor administrasi publik Undip, Kamis (30/8). (Foto: suaramerdeka.com /Cun Cahya )

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketua DPRD Jawa Tengah Drs. Rukma Setyabudi, MM berhasil meraih Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro di Gedung Pasca Sarjana Undip, Kamis (30/8).

Rukma berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Analisis Peran Aktor Kebijakan dan Jejaring Aktor Kebijakan Dalam Implementasi Kebijakan KTP Elektronik di Kota Semarang di hadapan delapan penguji yaitu Ketua Penguji Dr. Drs Sunarto, M.Si, sekretaris Prof. Dr. Dra Sri Suwitri, M.Si, Dr.Ir. Sri Puryono, KS,MP, Dr.Suparno,M.Si, Prof.Drs.Y.Warella,MPA,Ph.D, Dr.Ida Hayu Dwimawanti,MM, Yuwanto,Ph.D dan Prof.Dr.Dra.Endang Larasati,MS.

Rukma dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan lama studi 6 tahun 11 bulan 27 hari dengan IPK 3,65.

Dalam disertasinya Rukma menjelaskan bagaimana KTP Elektronik sebagai data tunggal bisa digunakan untuk segala yang berhubungan dengan data, tidak hanya kependudukan tetapi data-data lainnya.

Menurutnya selama ini KTP Elektronik yang diteliti hanya keefektifan untuk pencetakannya saja belum melihat KTP Elektronik secara implementasinya apakah bisa digunakan untuk mengurus segalanya. 

Ia mencontohkan sebagai data tunggal kartu yang berlaku seumur hidup diharapkan bisa digunakan untuk memilih hak suara baik di Pileg, Pilkada maupun Pilpres di seluruh Indonesia.

"Semua butuh KTP tapi apakah semuanya itu sudah bisa link betul-betul yang diharapkan ternyata belum. Sehingga saya ingin mencari solusi permasalahanya apa sehingga bisa dijadikan model percontohan khususnya bukan hanya di Semarang tapi juga di Jawa Tengah sampai tingkat nasional," katanya. 

Dari latar belakang itu dirumuskan lima rumusan masalah penelitian, pertama bagaimanakah peraturan administrasi kependudukan diwujudkan menjadi program kerja KTP Elektronik di Kota Semarang, kedua bagaimanakah peran masing-masing aparat kebijakan dalam implementasi kebijakan KTP elektronik di Kota Semarang, ketiga bagaimanakah jejaring aktor terbentuk dan kerja sama dalam mengimplementasikan kebijakan KTP elektronik dan memanfaatkan program kependudukan lain di Kota Semarang.

Empat bagaimanakah implementasi kebijakan KTP elektronik di Kota Semarang yang digambarkan melalui teori jejaring aktor dan kelima bagaimanakah model implementasi kebijakan KTP elektronik di Kota Semarang.

"Harapanya  itu bisa memberikan sumbangsih kita bagi kepentingan bangsa dan negara,"

Dalam ujian terbuka doktor tersebut juga dihadiri oleh Pj Gubernur Jawa Tengah Syarifuddin, Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo, anggota DPRD Jawa Tengah, Kepala Dinas di lingkungan Provinsi Jawa Tengah dan masih banyak lagi. 

 


(Cun Cahya/CN41/SM Network)