• KANAL BERITA

JNE Dukung Pertumbuhan UKM di Semarang

Head of Marketing Communication JNE Mayland Hendrar Prasetyo menjadi salah satu narasumber saat acara Kopi Writing JNE 2018 dengan tema Industri Kreatif di Era Digital. (suaramerdeka.com/ Yulianto)
Head of Marketing Communication JNE Mayland Hendrar Prasetyo menjadi salah satu narasumber saat acara Kopi Writing JNE 2018 dengan tema Industri Kreatif di Era Digital. (suaramerdeka.com/ Yulianto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebagai perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik nasional, JNE yang telah menjalankan bisnisnya selama hampir 28 tahun di Indonesia siap mendukung tumbuhnya industri kreatif, khususnya pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Semarang.

Dimana UKM berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal, apalagi pesatnya pertumbuhan e-commerce saat ini.  

Hal tersebut disampaikan Head of Marketing Communication JNE Mayland Hendrar Prasetyo saat acara Kopi Writung JNE 2018 dengan tema Industri Kreatif di Era Digital yang digelar di Hotel Aston Inn Pandanaran.

Dijelaskan Mayland, JNE dan UKM adalah mitra, sehingga JNE selalu memberi perhatian serta mendukung penuh, sejalan dengan semangat Connecting Happiness. Salah satu upaya tersebut adalah dengan membantu UKM memanfaatkan penggunaan fasilitas atau layanan produk layanan JNE dengan jeli, sehingga benefit yang didapat semakin meningkat.

"Kami juga punya program JNE Loyal Card (JLC) untuk pelaku UKM. Agar bisa makin tumbuh, yang tujuannya para member merasakan kebahagiaan dari manfaat dan keuntungan yang didapatkan sesuai dengan harapan maupun kebutuhan mereka. Yaitu benefit yang bukan hanya hadiah berupa barang, tapi juga pengalaman menarik," katanya.

Industri kreatif masih terus diminati masyarakat. Salah satunya adalah batik yang terus berkembang di Semarang. Irma Susanti, pemilik Identix Batik mengungkapkan, batik telah bertransformasi dalam berbagai bentuk produk yang mampu menyentuh beragam lapisan masyarakat dan tingkat usia.

Sebagai hasil budaya asli Indonesia, batik perlu terus dikembangkan untuk itu diperlukan agility skill dan kemauan untuk melakukan transformasi bisnis dalam menghadapi tantangan tersebut. "JNE sangat membantu dalam pengiriman produk-produk batik kustom yang diproduksinya tersebut hingga ke pasar luar negeri. Sekaligus bisa menumbuhkan pelaku UKM yang ada, "katanya.  

Sementara itu, Madiyo Sriyanto Ketua Dewan Pimpinan Wikayah (DPW) Asosiasi Akumandiri Jawa Tengah periode 2015-2020 mengatakan, perkembangan dunia usaha di kalangan anak-anak muda sekarang ini mengalami pergeseran.

Karena itu, anak-anak muda jangan hanya sebagai konsumen, tapi dituntut pula memiliki pola pikir produsen. Artinya, kawula muda dengan ide-ide kreatifnya harus bisa menghasilkan hal yang bermanfaat, tidak cuma untuk dirinya sendiri tapi juga untuk masyarakat sekitarnya. "Perkembangan industri kreatif tak luput dari dukungan industri logistik," imbuhnya.


(Yulianto/CN33/SM Network)