• KANAL BERITA

Jalur Lingkar, Solusi Tekan Kemacetan Kedungwuni-Wonopringgo

foto: istimewa
foto: istimewa

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Tingkat kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Kedungwuni-Wonopringgo dinilai sudah krodit, sehingga memerlukan pemecahan berupa pembangunan jalur lingkar. Jalan alternatif ini diharapkan mampu mengurai lalu lintas yang terjadi hampir setiap hari dan mengganggu pengguna jalan.

Gagasan itu disampaikan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, Rabu (29/8), menyikapi masalah kepadatan arus di jalur Kedungwuni-Wonopringgo. Pihaknya sudah melakukan pengecekan dan survei lokasi untuk rencana pembangunan jalur lingkar di Jalan Raya Kedungwuni-Wonopringgo.

"Kami telah memiliki wacana untuk membangun jalur lingkar di Kedungwuni-Wonopringgo, yang menembus beberapa desa, mulai dari Desa Paesan, Kedungpatangewu, Pegaden, hingga Sastrodirjan," jelasnya.

Selain itu, direncanakan untuk membangun jalur lingkar di wilayah Selatan untuk memecah kepadatan lalulintas di jalur utama tersebut. Dengan akses lingkar itu, selain memecah kepadatan lalulintas, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Apabila jalur dibuka, kantung-kantung ekonomi baru akan terbuka. Rencana pembuatan jalur lingkar didasari masukan dari masyarakat. Untuk itu, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi bersama dinas terkait.

Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro menambahkan, pembangunan jalur lingkar masih dalam proses perencanaan. Pihaknya akan mengusulkan program tersebut, secara bertahap di tahun 2019 dan 2020. "Jalan sudah ada, namun lebarnya belum standar," tambah dia.


(Nur Khaeruddin/CN40/SM Network)