• KANAL BERITA

Jumlah Peserta Didik Baru SMK Swasta Menurun

PENTAS SENI: Siswa SMK Purnama 2 Gombong pentas kesenian dalam acara Silaturahmi dan Rapat Pleno dengan Wali Siswa. (suaramerdeka.com / Supriyanto)
PENTAS SENI: Siswa SMK Purnama 2 Gombong pentas kesenian dalam acara Silaturahmi dan Rapat Pleno dengan Wali Siswa. (suaramerdeka.com / Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kebijakan pemerintah terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan menerapkan sistem zonasi dan prioritas siswa miskin berdampak pada SMK swasta. Sebab, dengan kebijakan itu, SMK swasta kesulitan mendapatkan peserta didik baru.

Kepala SMK Purnama 2 Gombong, Sutopo Hadi Sudarmo mengatakan, hampir seluruh sekolah swasta di Kebumen mengalami hal serupa. Berkurangnya jumlah penerimaan siswa juga membuat para guru yang bersertifikasi kekurangan jam mengajar. Oleh karena itu, Sutopo meminta pemerintah dapat memberi perhatian kepada SMK.

"Meski saat ini pengelolaan SMK sudah di tangan Pemerintah Provinsi, Pemkab kami harapkan tetap memberi perhatian," imbuh Pak Topo, sapaan akrabnya di sela-sela  Silaturahmi dan Rapat pleno dengan Wali Siswa dan Komite, baru-baru ini,

Acara dihadiri oleh Plt Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, dan sejumlah pejabat Dinas Pendidikan Kebumen, Muspika Kecamatan Gombong, Komite Sekolah, Anggota DPRD Kebumen Jenu Arifiadi dan seluruh orang tua wali siswa SMK 2 Purnama. "Akibat aturan itu, terjadi pengurangan jumlah siswa pada PPDB kemarin. Pengurangannya bisa mencapai satu kelas," kata Sutopo.

Pada bagian lain, Sutopo menyampaikan bahwa peningkatan sarana dan prasarana pun terus ditingkatkan SMK Purnama 2 Gombong. Pihaknya juga mengembangkan seni budaya sebagai keunggulan SMK 2 Purnama. Alhasil, lulusan SMK Purnama 2 Gombong sudah banyak yang terserap dunia kerja, masuk perguruan  tinggi dan sebagian lain mandiri.  "Kami menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Kebumen yang  membantu SMK Purnama 2 dengan mengaspal jalan masuk ke sekolah," imbuhnya.

Sementara, Plt Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz  mengatakan pengelolaan SMK SMA sederajat memang saat ini berada di tangan gubernur. Namun demikian, Pemkab tetap peduli dan membantu SMK/SMA sederajat di Kebumen. "Meski kewenangan ada di Gubernur, siswa guru dan sekolah berada di Kebumen. Jadi masih tetap warga kami," imbuh Yazid.

Komite SMK Purnama 2 Gombong, Ir Joko Waluyo mengapresiasi kinerja kepala sekolah dan guru SMK Purnama 2 Gombong. Berkat kerja keras mereka, lulusan SMK Purnama 2 Gombong diperhitungkan. Bahkan, banyak diantaranya yang diterima bekerja di perusahaan terkemuka di Indonesia. "Kami meminta kinerja itu terus dipertahankan bahkan ditingkatkan," tandasnya.


(Supriyanto/CN26/SM Network)