• KANAL BERITA

Pendapatan Pedagang Turun Drastis

ANTAR PESANAN: Salah seorang pedagang mengantarkan pesanan pembeli di pinggir jalan yang sedang diperbaiki, kawasan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (26/8).(suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
ANTAR PESANAN: Salah seorang pedagang mengantarkan pesanan pembeli di pinggir jalan yang sedang diperbaiki, kawasan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (26/8).(suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com - Pendapatan pedagang mingguan saat car free day Solo berlangsung turun drastis hingga 50 persen bahkan lebih, akibat perbaikan Saluran air di city walk Slamet Riyadi. Pedagang juga menyesalkan rencana pembongkaran itu tidak didahului sosialisasi kepada pedagang.

‘’Pendapatan kami turun cukup drastis, biasanya dalam sehari dapat mengantongi Rp 200 ribu, pada perbaikan ini turun hingga Rp 80 ribu per hari,’’ kata salah seorang pedagang kuliner di kawasan CFD Solo, Dasem Satriawan.

Sebelum pembongkaran city walk, pedagang mengaku tidak disosialisasikan terlebih dahulu. Pada awal Agustus lalu, alat berat sudah mengeruk beberapa ruas jalan sehingga pada hari Minggunya mereka tidak bisa berjualan.

‘’Kami tidak diberitahu dahulu jika kawasan itu bakal di benahi. Pada Agustus minggu pertama, pedagang yang sudah membawa barang dagangan tidak bisa berjualan karena tanah sudah digemburkan,’’ kata pedagang baju wanita, Wawan Rianto.

Wawan berharap, perbaikan saluran air di kawasan tersebut segera selesai. Lantaran selama empat minggu ini sengaja tidak berjualan. Begitupun dengan pedagang lain memilih tidak berjualan karena lokasi tidak mendukung.

‘’Banyak pedagang yang tidak berjualan terlebih dahulu. Namun beberapa juga ada yang tetap berjualan karena area CFD merupakan lokasi yang cukup baik mendapatkan penghasilan yang banyak. Kami meminta agar Pemkot dapat segera menyelesaikan perbaikan drainase ini,’’ kata dia.

Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan, Didik Anggono meminta pedagang menyesuaikan tempat berjualan terlebih dahulu selama perbaikan. Namun pihaknya menekankan agar tidak berjualan di sisi utara jalan atau di tengah jalan.

Dia mengakui Disdag tidak memberi tahu perbaikan itu, namun pedagang diminta menunggu perbaikan tersebut. ‘’Kami juga telah mengkoordinir ketua paguyuban dan ketua zona untuk mengatur anggotanya untuk bisa berjualan. Yang paling penting, sisi utara jalan dan jalanan utama Slamet Riyadi dilarang untuk menggelar lapak dagangan,’’ ungkap Didik.


(M Ilham Baktora/CN19/SM Network)