• KANAL BERITA

Dinkes Kota Bogor Imbau Masyarakat Tetap Ikuti Vaksin MR

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BOGOR, suaramerdeka.com - Pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) dinyatakan mubah oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Aktivitas yang berstatus hukum Mubah boleh untuk dilakukan, bahkan lebih condong kepada dianjurkan (bersifat perintah).

Hal tersebut didasarkan atas dua hal, yakni belum adanya vaksin MR pengganti yang halal selain buatan dari Serum Institute of India (SII) tersebut. Serta berdasarkan keterangan dari ahli yang kompeten bahwa akan berbahaya jika tidak melakukan imunisasi vaksin MR.

“Berdasarkan fatwa MUI dan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dinkes Kota Bogor tetap mengimbau masyarakat untuk mengikuti vaksin MR, mengingat di negara Arab pun menggunakan vaksin ini,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Lindawati, baru-baru ini.

Linda menjelaskan, vaksin MR ini bertujuan untuk melindungi anak dan masyarakat dari bahaya penularan penyakit yang mematikan. Menurutnya jika seorang anak tidak divaksin kemudian terkena penyakit rubella lalu menularkannya ke ibu hamil, kemungkinan besar janinnya akan lahir dengan kondisi cacat permanen.

“Kasusnya sudah cukup banyak, ada yang menjadi katarak, gangguan pendengaran sampai down syndrom,” ujarnya.

Linda menambahkan, dengan adanya fatwa MUI tidak ada alasan lagi untuk menolak melakukan vaksin MR. Ia pun turut mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam menerima informasi terkait vaksin MR


(Red/CN41/SM Network)