• KANAL BERITA

Kios Kosong Pasar Srondol Akan Diberikan ke UMKM Aktif

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat sidak di Pasar Srondol. (suaramerdeka.com/Yulianto)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat sidak di Pasar Srondol. (suaramerdeka.com/Yulianto)

SEMARANG,suaramerdeka.com - Mendapati kondisi sepi pengunjung yang terjadi di Pasar Srondol saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memiliki sejumlah rencana untuk mangatasi hal tersebut. Di antaranya adalah dengan memberikan kesempatan pada UMKM aktif untuk mengisi sejumlah kios yang diketahui tak digunakan oleh pemiliknya.

Menurut Hendi, sapaan akrabnya, dari konsolidasi yang dilakukannya saat sidak, pihaknya menemukan fakta bahwa dari 23 kios terdapat enam kios yang telah lama tidak dibuka oleh pemiliknya. Menurut Hendi, hal tersebut terjadi lantaran pembagian UMKM yang tidak fair.

"UMKM yang aktif tidak dikasih tempat, sementara yang menempati itu ternyata UMKM yang kurang aktif. Akibatnya sering tutup, pasar jadi sepi, konsumen tidak datang ke situ. Makanya saya bilang, diganti pengelolanya dengan UMKM yang aktif, berikan mereka kesempatan, gratis," ungkap Hendi, Kamis (23/8).

Di sisi lain, Hendi juga mengaku pihaknya akan melakukan konsolidasi internal. Dalam hal ini, nantinya beberapa kegiatan OPD paling tidak sebulan sekali untuk melaksanakan kegiatan di Pasar Srondol. Mengingat pasar tersebut memiliki ruang pertemuan yang dapat digunakan. Sementara, dari sisi eksternal, pihaknya akan menggencarkan promosi baik melalui media sosial mau pun media promosi lain seperti baliho.

"Kami akan promosikan ini melalui transportasi BRT, kita akan coba masukkan kesitu, dan juga nanti event-event dari masyarakat luar akan kita fasilitasi di tempat itu. Sehingga tempatnya jadi ramai, inshaallah pasarnya juga jadi ramai," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto, mengaku telah menyerahkan total sembilan kios yang tidak lagi digunakan oleh pemiliknya ke Dinas Koperasi dan UMKM. Hal tersebut, supaya nantinya UMKM yang mengelola kios lebih tepat sasaran.

"Karena UMKM kan ada bagiannya, kami hanya mengelola tempatnya. Totalnya sembilan kios. Itu sudah kami tegur sebelumnya, jika dalam kurun waktu setengah bulan tutup terus ya kami ambil alih, karena diluar sana masih banyak yang butuh," kata Fajar.


(Yulianto/CN40/SM Network)