• KANAL BERITA

Penggunaan Vaksin Campak Rubella Mubah, Bio Farma Masih Kembangkan Vaksin MR

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Produsen vaksin dalam negeri, PT Bio Farma (Persero) menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri termasuk  memastikan kehalalan vaksin measles rubella (MR) digunakan.

Pasalnya, BUMN Farmasi itu masih melakukan pengembangan guna mampu membuat vaksin MR. Sebelumnya, MUI menyatakan produk vaksin asal Serum Institute of India (SII) yang didatangkan BUMN Farmasi tersebut guna menunjang program imunisasi nasional itu haram namun dapat digunakan karena kondisi darurat.

"Sampai saat ini, Bio Farma sedang mengembangkan atau melakukan riset produk Vaksin MR hasil sendiri, kami juga berupaya agar produk vaksin MR tersebut tidak menggunakan bahan yang berasal dari unsur haram, najis dalam prosesnya," kata Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto dalam keterangannya yang diterima kemarin.

Menurut dia, pihaknya berkerjasama dengan SII guna memenuhi kebutuhan vaksinasi Kemenkes dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya, keandalan produk tersebut.

"Saat ini hanya ada satu produsen vaksin MR dari India (SII) yang sudah memenuhi syarat berdasarkan aspek keamanan, kualitas dan keampuhan produk sesuai standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)," katanya.

Khusus untuk hal yang menjadi sorotan itu, Bambang Heriyanto sangat memahaminya. Bagi pihaknya, itu merupakan sebuah tantangan yang diharapkan bisa dituntaskan dalam proses pengembangan yang dilakukan.

"Karena untuk mengganti  salah satu komponen  vaksin MR memerlukan riset dan itu membutuhkan waktu yang relatif lama, bisa 15 sampai dengan 20 tahun untuk menemukan vaksin dengan komponen yang baru," katanya.

Dalam kaitan itu, dan sebagai antisipasi atas pengadaan vaksin, Bio Farma menyatakan akan lebih meningkatkan koordinasi dengan MUI baik dalam pengembangan produk vaksin baru maupun dalam produk-produk yang akan diimpor dan akan digunakan di Indonesia.

Mengingat MUI memperbolehkan penggunaan vaksin MR karena fatwanya adalah mubah, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program kampanye vaksin campak dan rubella dari Kementerian Kesehatan.

Untuk menunjang program imunisasi itu, PT Bio Farma (persero) menyiapkan pasokan vaksin measles rubella (MR) hingga 57.843.570 dosis. Jumlah ini dinilai mencukupi dengan target imunisasi yang dicanangkan Kemenkes. Vaksin tersebut didatangkan berkerjasama dengan pabrikan vaksin asal India. Produk asal India itu, sebutnya, digunakan di 140 negara termasuk negara-negara Islam. 

 


(Setiady Dwi/CN41/SM Network)