• KANAL BERITA

Sapi Kurban Seharga Rp 21 Juta Mati Gara-gara Tercebur Sumur

MENGEVAKUASI SAPI : Petugas pemadam kebakaran dan warga mengevakuasi bangkai sapi dari dalam sumur di Dusun Temuwuh RT3 RW6 Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Rabu (22/8). (Foto: suaramerdeka.com/dok)
MENGEVAKUASI SAPI : Petugas pemadam kebakaran dan warga mengevakuasi bangkai sapi dari dalam sumur di Dusun Temuwuh RT3 RW6 Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Rabu (22/8). (Foto: suaramerdeka.com/dok)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Seekor sapi mati setelah terperosok ke dalam sumur di Dusun Temuwuh RT3 RW6 Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa malam (21/8). Sapi yang telah dibeli seharga Rp 21 juta itu sedianya hendak digunakan untuk kurban pada hari raya Idul Adha.

Jumadi (56) peternak sapi Dusun Temuwuh RT3 RW6 Desa Nambangan menuturkan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 23.30. Saat itu, sapinya telah dibeli senilai Rp 21 juta oleh Heri Purwoko, warga Kelurahan Wonokarto RT1 RW5 Kecamatan Wonogiri.

Ketika hendak dinaikkan ke dalam truk, sapi memberontak. Tali yang digunakan untuk mengekang putus, sehingga hewan tersebut terlepas dan lari. "Sapinya sudah dikeluarkan dari kadang mau dinaikkan ke truk. Di atas truk sebenarnya sudah ada beberapa ekor sapi. Tapi talinya putus dan sapi saya lari," katanya.

Tiga pekerja yang memuat pun kewalahan, tidak kuasa mengendalikannya. Sapi yang panik itu lari sehingga terperosok ke dalam sebuah sumur di depan rumah Jumadi. "Kedalaman sumurnya sekitar sembilan meter, tapi kedalaman airnya cuma dua meter," ujarnya.

Warga tidak berani mengeluarkan sapi dari dalam sumur karena berbahaya jika hewan tersebut memberontak lagi. Alhasil, setelah subuh sapi mati karena terlalu banyak menenggak air. Warga kemudian menghubungi Polsek Selogiri dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri.

Petugas pemadam kebakaran tiba pada Rabu (22/8) sekitar pukul 08.00. Petugas dan warga menggunakan mesin derek untuk mengangkat dan mengeluarkan bangkai sapi dari dalam sumur. "Sapi berhasil dikeluarkan dari sumur, sekitar jam 10.00," imbuhnya.

Terpisah, sang pembeli sapi Heri Purwoko, warga Kelurahan Wonokarto RT1 RW5 Kecamatan Wonogiri mengaku telah mengikhlaskan hewan kurban tersebut. Sapi itu dibeli secara berkelompok oleh tujuh orang warga RT di lingkungannya dan hendak dikurbankan saat hari raya Idul Adha. "Kami langsung menggelar rapat dan memutuskan untuk mengikhlaskan. Yang penting sudah berniat kurban dan kami pasrahkan kepada Allah," katanya.

Warga RT tersebut semula hendak menyembelih dua ekor sapi. Namun karena musibah itu, mereka hanya menyembelih satu ekor sapi.


(Khalid Yogi/CN41/SM Network)