• KANAL BERITA

Nominator Duta Buku Rutin Baca Suara Merdeka

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Jateng, M Masrofi (tengah), saat berfoto bersama tim juri dan nominator 10 besar Duta Baca Jateng di Perpustakaan Jateng, Selasa (21/8). (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Jateng, M Masrofi (tengah), saat berfoto bersama tim juri dan nominator 10 besar Duta Baca Jateng di Perpustakaan Jateng, Selasa (21/8). (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemilihan Duta Baca Provinsi Jawa Tengah memasuki babak 10 besar. Sejumah nominator berupaya mencuri perhatian tim juri yang dimotori dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Undip, Teguh Yuwono, melalui program-program untuk menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat Jateng. Para nominator sama-sama mengaku gemar membaca buku, termasuk juga rutin membaca harian Suara Merdeka.

''Sebagai dosen (Institut Teknologi Telkom/ ITT Purwokerto) membaca itu sebuah kewajiban untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan. Setiap bangun pagi usai salat, saya juga selalu baca harian Suara Merdeka,'' kata nominator Novanda Adi Nugraha, saat presentasi di hadapan juri.

Di desanya Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, dia membuat pojok baca anak tiap minggu sore. Ada pun, di kampus, terobosan yang dilakukannya ialah membuat aktivitas outbound dan sapa perpustakaan bagi mahasiswanya.

Presentasi selama lima menit itu berisi visi dan misi nominator, apabila terpilih menjadi duta buku. Selain Teguh, juri lainnya ialah praktisi radio, Nadya Ardiwinata, serta pustakawan ahli madya, Titik Rahajoe.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Jateng, M Masrofi menegaskan, total pendaftar duta baca itu awalnya ada 40 orang. Kemudian, disaring menjadi 19 besar dan terpilih 10 nominatornya.  

''Pemilihan Duta Baca Jateng ini yang pertama. Indonesia punya duta baca, maka Provinsi Jateng berkeinginan juga ingin memiliki duta baca,'' tandas Masrofi.

Duta baca ini akan menjadi ikon, harapannya dapat membantu memberikan motivasi kepada masyarakat datang ke perpustakaan, sekaligus meningkatkan minat bacanya. Pesertanya dari berbagai macam kalangan, ada mahasiswa, dosen, dan duta wisata Kota Semarang tahun 2016. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti halnya Semarang, Demak, Kebumen, dan Pekalongan.
 
Menurut dia, syarat duta buku ini adalah publik figur, punya komunikasi baik, banyak relasi, termasuk memiliki banyak follower di media sosial. Pemilihannya diadakan memang sekarang. Namun siapa yang terpilih itu akan menjalani tugas-tugasnya sebagai duta baca per Januari 2019 mendatang.


(Royce Wijaya/CN26/SM Network)