• KANAL BERITA

Baznas Luncurkan Buku Ekonomi Kurban

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, menandatangani buku Ekonomi Kurban yang diluncurkan, Senin siang. (foto: istimewa)
Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, menandatangani buku Ekonomi Kurban yang diluncurkan, Senin siang. (foto: istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Pusat Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PEBS UI), Senin siang meluncurkan “Buku Ekonomi Kurban” di Auditorium MM Universitas Indonesia, Kampus Salemba. Buku tersebut menggambarkan potensi ekonomi umat Islam dalam momentum Hari Raya Idul Adha yang diperingati tiap tahun. Pada acara peluncuran buku tersebut, Ketua Baznas, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA mengatakan, kurban merupakan sebuah ritual penghambaan muslim kepada Tuhannya yang beririsan langsung dengan sektor ekonomi ummat sekaligus berdampak sosial.

"Tak hanya sebuah ibadah, kurban mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan keadilan bagi mustadháfin atau orang-orang lemah, rentan serta terpinggirkan. Di sisi lain, belum ada literatur yang secara langsung dan terpadu membahas kaitan antara kurban dengan kondisi sosial, pemberdayaan ekonomi serta manajemen. Maka kehadiran buku ini sangat strategis," kata Bambang.

Menurut dia, kurban sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan nasional dengan aktivitas jual beli kurban mau pun penambahan protein hewani bagi masyarakat tidak mampu. Maka pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan perhatian pada kurban, terutama dalam kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi.

"Selain itu, diharapkan pula ide-ide serta eksekusi untuk mewujudkan pelaksanaan kurban yang lebih baik. Buku ini menjelaskan jawaban-jawaban dari pertanyaan terkait posisi, relasi, dan relevansi antara kurban serta kondisi sosial ekonomi kita," kata Bambang yang mantan Mendikbud tersebut.

Dalam acara yang sama, Kepala PEBS UI, Rahmatina Awaliah Kasri PhD mengatakan, dari dimensi ekonomi, ibadah kurban diharapkan menjadi sebuah moment berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada sesama.

"Selain itu, ibadah kurban melibatkan perputaran dana yang sangat besar yaitu hingga Rp 69,9 triliun. Dana ini diharapkan bisa menjadi pendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, peningkatan gizi dan pada akhirnya diharapkan bisa mewujudkan kesejahteraan sosial," kata Rahmatina.

Peningkatan permintaan hewan ternak secara besar-besaran pada hari raya Idul Adha secara sistemik akan berpengaruh pada peningkatan jumlah hewan ternak yang harus disediakan oleh peternak. Asumsinya jika permintaan meningkat, sektor ternak harus mampu memenuhi permintaan tersebut. Untuk dapat memenuhi permintaan tersebut, menurut dia diperlukan pengokohan industri, penguatan infrastruktur, serta inovasi yang dapat membantu proses produksi.


(Hartono Harimurti/CN40/SM Network)