• KANAL BERITA

Warga Diminta Tidak Membakar Sampah di Tepi Hutan

KEBAKARAN HUTAN : Kebakaran melanda hutan di Dusun Guno Kidul, Desa Guno, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Minggu malam (19/8).
KEBAKARAN HUTAN : Kebakaran melanda hutan di Dusun Guno Kidul, Desa Guno, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Minggu malam (19/8).

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Intensitas kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Wonogiri semakin meningkat. Bahkan, dalam sehari bisa terjadi empat kali kebakaran lahan dan hutan, Minggu (19/8). Oleh karenanya, masyarakat diminta tidak membakar sampah dan semak-semak di tepi hutan.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, empat kasus kebakaran lahan dan hutan terjadi pada Sabtu (19/8). Peristiwa pertama terjadi di hutan Perhutani, Petak 68 Resor Pemangku Hutan (RPH) Dawungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Purwantoro sekitar pukul 16.00.

"Titik api terlihat pertama kali sekitar pukul 12.30 di puncak bukit Dusun Guno Kidul, Desa Guno, Kecamatan Jatiroto. Karena tertiup angin, apinya membesar dan merembet ke hutan, sekitar pukul 16.00," katanya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonogiri kesulitan menjangkau lokasi kebakaran karena medannya berada di pegunungan yang terjal. Pihaknya kemudian mengantisipasi kebakaran agar tidak semakin meluas. Mereka dibantu warga melokalisasi api supaya tidak mendekati permukiman. "Kebakaran melanda lahan seluas 10 hektare yang berisi tanaman pinus, jati, dan sonokeling," imbuhnya.

Peristiwa ke dua terjadi pada hutan Perhutani di Alas Kethu, Petak 32 RPH Pulosari BKPH Wonogiri, sekitar pukul 17.30. Api melalap tanaman kayu putih di area seluas 1,5 hektare. Kebakaran baru bisa dipadamkan sekitar pukul 20.00 dengan bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Tim SAR, BPBD, Senkom Mitra Polri, PMI, dan warga sekitar.

Adapun peristiwa ke tiga terjadi pada hutan rakyat di Dusun Geran RT4 RW5 Desa Jendi, Kecamatan Selogiri sekitar pukul 18.00. Api membakar lahan  berisi tanaman jati dan sengon seluas setengah hektare. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 19.45.

Sementara itu, peristiwa ke empat terjadi pada lahan warga di tepi jalan Wonogiri-Sukoharjo Km 8, Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri sekitar pukul 18.45. Api membakar lahan berisi tanaman jati seluas seperempat hektare. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 19.40. "Kebakaran lahan sejak Minggu (19/8) kemarin sudah dapat dipadamkan," ujarnya.

Karena kebakaran lahan semakin sering, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun semak-semak di tepi hutan. Pasalnya, aktivitas tersebut dapat memicu kebakaran hutan yang mengancam permukiman warga. Selain itu, asapnya akan mengganggu pernafasan, tanaman dan ekosistem bisa rusak. 


(Khalid Yogi/CN41/SM Network)