• KANAL BERITA

Sedot A Mas, Pasien Tak Perlu Antre Mendaftar

RSUD Dr R Soetijono Blora menyosialisasikan aplikasi Sedot A Mas dalam karnaval HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, Sabtu (18/8) malam. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
RSUD Dr R Soetijono Blora menyosialisasikan aplikasi Sedot A Mas dalam karnaval HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, Sabtu (18/8) malam. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr R Soetijono Blora mengembangkan pelayanan berbasis android untuk membantu pasien dan keluarga pasien mendapatkan pelayanan medis. Sebuah aplikasi bernama Sistem Pendaftaran Online, Informasi Ketersediaan Tempat Tidur, Aduan Masyarakat atau disingkat Sedot A Mas mempermudah pendaftaran pasien tanpa antre.

‘’Aplikasi itu bisa diunduh di playstore dan google play di handphone android dengan gratis, mudah dan cepat,’’ ujar Direktur RSUD Dr R Soetijono Blora, Nugroho Adiwarso, melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD Dr R Soetijono, Ani Wahyu Kumalasari, kemarin.

Menurut Ani Wahyu Kumalasari, ada lima menu utama yang disediakan di aplikasi Sedot A Mas. Yakni, pendaftaran online, ketersediaan tempat tidur, aduan masyarakat, penilaian serta halo dokter. Namun untuk sementara ini menu penilaian dan halo dokter masih dalam penyempurnaan sehingga belum bisa digunakan.

‘’Kami sudah mulai menyosialisasikan aplikasi itu kepada masyarakat. Berbagai sarana kami gunakan. Salah satunya melalui karnaval yang digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI di Blora, Sabtu (18/8) malam,’’ tandasnya.

Ani Wahyu Kumalasari menjelaskan, aplikasi itu antara lain untuk mewujudkan transformasi pelayanan publik dalam rangka peningkatan mutu dan kepuasan masyarakat, terutama pasien. Ada pun manfaat dari adanya aplikasi tersebut antara lain meningkatkan mutu pelayanan dikarenakan dapat memangkas antrean pasien di bagian pendaftaran.

‘’Ruang tunggu di bagian pendaftaran tidak terlalu penuh dan pasien lebih merasa nyaman serta tidak terlalu lama menunggu untuk mendapatkan pelayanan medis,’’ ungkapnya.

Selain itu, manfaat lainnya adalah menjamin transparansi dalam pelayanan publik dalam hal ketersediaan tempat tidur serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kecepatan penanganan pengaduan masyarakat dari pihak rumah sakit.

‘’Untuk menu ketersediaan tempat tidur itu real time karena terintegrasi dengan SIM RSUD. Keluarga pasien bisa mengeceknya di mana pun berada lewat android. Selain itu, kami juga sediakan fitur pengaduan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Blora,’’ ungkap Ani Wahyu Kumalasari, alumnus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor, Jawa Barat.


(Abdul Muiz/CN40/SM Network)