• KANAL BERITA

Terlalu Siang, Karnaval Tematik Dikeluhkan Sejumlah Peserta

Sejumlah peserta Karnaval Tematik 2018 bersiap melakukan karnaval di start pemberangkatan di Jalan Tumenggung Jogonegoro Wonosobo, Sabtu (18/8) kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Sejumlah peserta Karnaval Tematik 2018 bersiap melakukan karnaval di start pemberangkatan di Jalan Tumenggung Jogonegoro Wonosobo, Sabtu (18/8) kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Sejumlah peserta dan penonton Karnaval Tematik 2018 mengeluhkan penyelenggaraan kegiatan terlalu siang. Mereka mengaku cukup kelelahan menunggu waktu start yang dinilai terlalu siang, karena dengan kondisi terik matahari akan membuat performa peserta menurun akibat dehidrasi. "Ini buat masukan bagi penyelenggara agar kedepan penyelenggaraan lebih pagi, sehingga tidak terasa matahari sangat menyengat," ujar Imron, salah satu peserta karnaval.

Keluhan juga disampaikan salah satu pengemudi kendaraan hias yang enggan disebutkan namanya, yang mengaku banyak peserta yang masuk kategori sudah cukup berumur, namun mesti berjalan kaki sepanjang rute karnaval sekitar dua kilometer. "Ya kasihan juga mereka yang sepuh-sepuh, berjalan dua kilometer di bawah cuaca terik seperti ini. Mestinya ini harus mendapat perhatian pihak penyelenggara," keluh elemen masyarakat itu.

Pihaknya mengharapkan kegiatan karnaval tematik yang dikoordinasikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo tersebut ke depan bisa dimulai lebih pagi. Hal itu dilakukan agar peserta karnaval merasa nyaman di sepanjang penampilan mereka. Dengan start lebih pagi, para penonton yang menyaksikan penyelenggaraan karnaval juga bisa lebih bisa menikmati penampilan para peserta.

Gelaran Karnaval Tematik 2018 pada Sabtu (18/8) lalu, sebetulnya mampu menghadirkan kegembiraan bagi segenap warga masyarakat Wonosobo. Ratusan kendaraan hias warna-warni, hingga penampilan atraktif para pesertanya, bahkan mengundang decak kagum wisatawan domestik yang pada saat bersamaan, tengah menghabiskan akhir pekan di Kota Dingin ini. Mereka mengaku terkesan pada kemeriahan karnaval tematik.

Mahasiswa asal Banyuwangi, Karina Swasti (23) menilai, penyelenggaraan karnaval tematik sangat semarak, penuh warna dan kreatif serta inovatif para peserta nya. Hal itu dinilai benar-benar mampu memberikan hiburan baginya yang saat itu bersama rekan-rekannya berencana ingin mengunjungi Dieng, namun memilih menginap lebih dulu di salah satu hotel di Wonosobo. Dia mengaku baru pertama kali berkunjung ke Wonosobo.

"Saya dan empat teman saya sangat beruntung dapat menyaksikan karnaval tematik yang digelar dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 dan Hari Jadi Wonosobo ke 193. Para peserta karnaval mengusung beragam tema, membuat siapapun yang melihat akan dapat mengetahui Wonosobo kaya akan potensi. Tak hanya wisata alam saja, di Wonosobo ternyata ada pabrik teh cukup besar, dari tampilnya salah satu kendaraan hias di karnaval," ujarnya.

Tahun depan, dirinya menginginkan bisa ke Wonosobo lagi untuk menyaksikan karnaval dan berharap lebih semarak. Selain Karina, terdapat ribuan warga Wonosobo yang sejak pagi berjejal di sepanjang rute karnaval tematik, mulai dari Jalan Tumenggung Jogonegoro sebagai tempat start, Jalan A Yani, hingga kawasan Alun-alun Kota yang menjadi tempat finish, sekaligus lokasi panggung kehormatan. Setiap peserta mendapat kesempatan menampilkan performa mereka selama sekitar tiga menit.

Hampir semua penonton, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga kaum lanjut usia mengakui, event yang biasa mereka sebut dengan karnaval Agustusan itu merupakan moment yang selalu ditunggu. "Kreasi kendaraan hias yang inovatif, serta penampilan pesertanya yang atraktif membuat anak-anak merasa terhibur, dan sarat muatan edukasi sehingga selalu kami tunggu," tutur Solikhin (55), warga Kertek itu.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)