• KANAL BERITA

Banjir di India Menewaskan 300 Orang Lebih

foto: istimewa
foto: istimewa

NEW DELHI, suaramerdeka.com - Banjir bandang yang melanda Kerala, India, telah menewaskan sedikitnya 300 orang. Banjir itu juga menyebabkan longsor dan limpahan air menyapu desa-desa sehingga tercipta krisis terbesar di daerah itu dalam satu abad terakhir. 

Pemerintah mengingatkan bahwa pada akhir pekan ini juga akan ada hujan deras dan angin kencang sehingga ratusan anggota pasukan serta nelayan lokal yang coba menyelamatkan mereka yang terperangkap harus bergerak cepat.

Kerala yang di dunia pariwisata terkenal karena area perbukitan serta pantai-pantai, didera hujan sepanjang tahun ini. Pesan-pesan bernada serupa dari mereka yang terperangkap di rumah, kuil, atau rumah sakit juga dibagikan di media sosial.

Kepala Menteri Pinarayi Vijayan dalam akun Twitternya mengatakan, Provinsi di India itu kini menghadapi bencana terparah dalam 100 tahun terakhir. Total 324 orang tewas karena banjir ini. 

Masyarakat di area berpopulasi 33 juta yang dilanda kepanikan itu menggunakan sosial media untuk meminta bantuan. Mereka mengatakan tidak bisa menghubungi pasukan penyelamatan karena listrik dan jaringan komunikasi terputus. 

"Keluarga dan tetangga saya dalam masalah besar," ujar Ajo Varghese, seorang penduduk area pesisir Alappuzha, di unggahan Facebook yang kemudian menjadi viral.

"Tidak ada air dan makanan. Sejak sore tidak bisa berkomunikasi. Telepon genggam tidak bisa dihubungi... tolong," ujarnya.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, tiba di daerah yang tertimpa bencana itu pada Jumat (17/8) malam.

Lebih dari 30 helikopter militer dan 320 perahu kini digunakan untuk menyelamatkan masyarakat Kerala setelah beberapa bagian seolah ditelan oleh arus sungai yang deras. Beberapa warga terlihat coba berenang melintasi arus tersebut.

Pemerintah mengatakan ribuan orang telah diselamatkan, tapi lebih dari 6.000 lainnya masih terjebak. "Kami menempatkan lebih banyak perahu dan pasukan untuk mempercepat operasi penyelamatan," ujar pejabat tinggi pemerintahan P.H. Kurian kepada AFP

Makanan dan suplai air bersih juga disebar menggunakan helikopter serta kereta khusus.


(CNN/CN39/SM Network)