• KANAL BERITA

Penyandang Disabilitas Mendapat Pelatihan Kewirausahaan

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN : Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY, Bambang Kiswono didampingi Area Branch Manager PT Maybank Indonesia Semarang, Prayudi Suryopranoto berbincang dengan salah satu penyandang disabilitas peserta pelatihan wirausaha di Pusdiklat BKK Jateng Semarang, Sabtu (18/9).(suaramerdeka.com/Arie Widiarto)
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN : Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY, Bambang Kiswono didampingi Area Branch Manager PT Maybank Indonesia Semarang, Prayudi Suryopranoto berbincang dengan salah satu penyandang disabilitas peserta pelatihan wirausaha di Pusdiklat BKK Jateng Semarang, Sabtu (18/9).(suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 80 penyandang disabiltas dari berbagai kota di Jateng mengikuti pelatihan wirausaha dan cara mengelola keuangan di Pusdiklat BKK Jateng Semarang, Sabtu (18/9).

Kegiatan yang digelar oleh Maybank Indonesia bersama Maybank Foundation ini dimaksudkan untuk memberdayakan ekonomi berkelanjutan bagi para penyandang disabilitas di Semarang. 

''Pelatihan dengan tema Reach Independence and Sustainability Entrepreneur (RISE) ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro UKM penyandang disabilitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya,'' kata Area Branch Manager PT Maybank Indonesia Semarang, Prayudi Suryopranoto, di sela-sela kegiatan.

Para peserta yang ikut dalam pelatihan ini memiliki beragam lini usaha mulai dari penjahit, penjual makanan, penjual sovenir, jasa reparasi elektronik, ternak lele, sablon, pembuat tenun, sol sepatu, hingga usaha penyewaan alat pesta. Peserta diberikan pelatihan tiga hari dan tiga sampai enam bulan pendampingan. 

''Dalam tiga hari mereka dibekali pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, dan perubahan pola pikir,'' jelas  Prayudi.

Selanjutnya dalam program mentoring terstruktur selama tiga sampai enam bulan para peserta akan didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan taraf hidup para penyandang disabiltas. 

Pelatihan RISE di Semarang merupakan kota keempat di regional Jawa Tengah dan DI Yogyakarta setelah sebelumnya dilakukan di Solo, Bantul, dan Yogyakarta. 

''Dari tiga pelatihan tersebut  program ini telah memberikan pelatihan kepada 176 peserta dengan berhasil meningkatkan penghasilan rata-rata perbulan 170 persen,'' paparnya. 

Ia mengemukakan pelaksanaan program RISE di Semarang ini adalah rangkaian program untuk memberikan pelatihan kepada 2.200 penyandang disabilitas yang akan dilakukan hingga 2019. 

Awal mulanya program ini diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di negara asalnya. Kemudian pada 2016 mulai dikembangkan ke regional termasuk ke Indonesia dan Filipina.

Dalam kesempatan itu turut hadir pula Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY, Bambang Kiswono. Beberapa contoh hasil karya dari usaha peserta penyandang disabiltas pun turut didisplai.


(Arie Widiarto/CN39/SM Network)