• KANAL BERITA

Unik dan Khidmat, Upacara Bendera di Pemandian Senjoyo

PENGIBARAN BENDERA: Petugas melaksanakan pengibaran bendera dalam upacara Detik-detik Proklamasi  HUT RI ke-73 di Pemandian Senjoyo, Desa Tegalwaton, Tengaran, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com / Moch Kundori)
PENGIBARAN BENDERA: Petugas melaksanakan pengibaran bendera dalam upacara Detik-detik Proklamasi HUT RI ke-73 di Pemandian Senjoyo, Desa Tegalwaton, Tengaran, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com / Moch Kundori)

BANYAK  cara dilakukan masyarakat dalam ikut memperingati HUT RI ke-73 tahun ini. Seperti yang dilakukan jajaran Pemerintah Desa Tegalwaton Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang ini, melaksanakan upacara bendera dan detik-detik proklamasi di dalam air pemandian Senjoyo.

Upacara ini terlihat unik, namun tetap khidmat. Unik karena seluruh peserta upacara berbaris menceburkan diri ke tempat pemandian itu.  Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Kepala Desa Tegalwaton Tri Setyawati. Para peserta upacara ini terdiri atas kelompok RT, RW, Karangtaruna, hingga PKK.   

Tak peduli pria atau wanita, peserta upacara menceburkan diri dengan kedalaman air setinggi hingga pangkal kaki orang dewasa.  Seragam yang digunakan pun seragam resmi seperti baju putih-putih untuk pengibar bendera dan inspektur upacara. Sedangkan para peserta upacara menggunakan seragam organisasi kelompok masing-masing.

Ada pun komandan upacara menggunakan baju loreng dengan helem putih seperti Corp Polisi Militer (CPM). Sedangkan masyarakat antusias  menyaksikan dari pinggir pemandian. Usai upacara, para peserta bersukaria dengan saling membasahi satu sama lain bahkan ada yang mencebur sekalian. Sehingga baju seragam yang tadinya bersih, menjadi penuh dengan cipratan lumpur.

Kolam pemandiannya sendiri bukan kolam dengan dasar dan dinding semen atau keramik. Tetapi berupa cekungan tanah yang tentu masih banyak lumpurnya. Tata urutan protokol upacara itu, pun mirip dengan upacara bendara pada umumnya. Seperti,  pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks proklamasi, pembacaan UUD 1945, hingga menyanyikan lagu-lagu perjuangan seusai upacara. Sehingga selama jalannya upacara itu tetap khidmad.

Kepala Desa Tegalwaton, Tri Setyawati mengatakan, upacara di dalam air ini merupakan ide dari warganya yang tergabung alam  kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Ide tersebut mendapatkan respon seluruh elemen masyarakat desa sehingga diwujudkan dengan upacara seperti ini.

"Tujuannya memperkenalkan mata air Senjoyo ke luar, sebagai aset wisata yang menarik. Selama ini, sumber air ini belum tergarap optimal. Dengan banyak wisatawan, nanti tentunya akan menambah pemasukan desa dan warga untuk pengembangan kawasan ini," katanya.

Ketua Panitia Upacara, Edi Siswanto menambahkan, warga perlu persiapan beberapa hari untuk menggelar upacara ini. Misalnya, kolam pemandian itu sebelumnya kotor dengan banyaknya tumbuhan eceng gondok dan lumut, serta lumpur. Kerja bhakti pun dilakukan untuk menjadikan tempat pemandian itu menjadi bersih.

"Kegiatan seperti ini juga untuk menyadarkan warga guna mencintai dan rasa memiliki Senjoyo. Dengan Senjoyo yang bersih dan menarik, tentu akan mendatangkan wisata dan pemasukan bagi warga dan kas desa," tuturnya.


(Moch Kundori/CN26/SM Network)