• KANAL BERITA

2018, Impor Beras kepada Bulog Capai 2 Juta Ton

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menurut Data Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, total persetujuan impor beras periode 2018 kepada Perum Bulog (Persero) hingga saat ini mencapai 2 juta ton. Persetujuan impor beras untuk Bulog tahap I dan II sendiri telah keluar pada Februari dan Mei 2018, masing-masing jumlahnya 500.000 ton.

Adapun izin impor tahap III sendiri telah dikeluarkan pada Juli 2018. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari—Juli 2018 impor beras melalui Bulog telah mencapai 1,181 juta ton. Mengacu pada izin impor yang dikeluarkan, beras yang masih akan masuk ke Indonesia hingga September sekitar 820.000 ton.

Menanggapi data impor beras yang dikeluarkan BPS, dan klaim Bulog yang tidak sama, Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengatakan, pemerintah harus memperbaiki sistem data yang akurat dan hanya satu. “Sistem pendataan yang benar perlu segera dibuat untuk menjadi acuan bagi Kementan, Kemendag bahkan Presiden sebagai dasar bila akan membuat kebijakan beras, harus terwujud one data yang dipakai pemerintah,” ujarnya.

Ono menjelaskan, dalam hal kebijakan impor, tujuannya adalah semata untuk menstabilisasi harga beras supaya rakyat mampu untuk membeli. “Diharapkan tidak berdampak kepada petani sehingga kebijakan impor itu tetap dikendalikan oleh pemerintah,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah wajib memperhatikan kesejahteraan petani sekaligus rakyat juga bisa mendapatkan beras dengan harga yang wajar. “Masalah yang selama ini terjadi adalah saat HPP Gabah hanya Rp 3700, petani pun merasa harganya sangat rendah dan sebaliknya pada saat-saat tertentu harga beras juga naik tidak wajar. Dari sini terlihat jelas siapa yang diuntungkan. Yaitu orang-orang yang selama ini menguasai distribusi,” tuturnya.

Dia mendesak perbaikan Tata Niaga Perberasan, baik dari sisi Regulasi maupun praktik di lapangan. Terkait produksi beras dalam negeri, untuk program cetak sawah, benih bagi petani, dan lainnya Ono menilai perlu dievaluasi. “Produksi beras berdasarkan laporan Kementan selalu meningkat berarti sudah On The Track. Semua program tentunya harus dievaluasi. Yang belum baik wajib diperbaiki, yang sudah baik harus ditingkatkan,” jelasnya.


(Kartika Runiasari/CN26/SM Network)