• KANAL BERITA

Tank Medium Pindad Tinggal Jalani Uji Daya Gempur

Dirut Pindad Abraham Mose, Kadislitbangad Brigjen TNI Dandang Doetoyo bersama jajaran lainnya menaiki tank medium yang baru saja tiba dari proses pengujian. (suaramerdeka.com/ Setiady Dwi)
Dirut Pindad Abraham Mose, Kadislitbangad Brigjen TNI Dandang Doetoyo bersama jajaran lainnya menaiki tank medium yang baru saja tiba dari proses pengujian. (suaramerdeka.com/ Setiady Dwi)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Tank medium hasil pengembangan Pindad dan FNSS Turki tinggal menjalani uji tembak guna mendapatkan sertifikasi layak operasi pada akhir Agustus mendatang di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Tank kelas menengah yang diproyeksikan untuk memberikan kesegaran alutsista itu diperkuat persenjataan utama turret kaliber 105 mm yang memiliki daya hancur besar. Turret tersebut memiliki mekanisme autoloader dengan 12 butir peluru di turret dan 26 butir peluru cadangan di dalam hull.

Hal itu dikatakan Dirut Pindad, Abraham Mose di sela-sela penyambutan prototype tank medium tersebut yang baru saja menuntaskan serangkaian pengujian di kawasan pabrik Bandung, Kamis (16/8).

"Kita tunggu firing test, berhasil dan sukses berarti sudah layak, dan kami siap memenuhi kebutuhan alutsista terutama di dalam negeri dengan produksi massal," kata mantan Dirut Len Industri tersebut.

Sebelumnya, tank berbobot 32 ton itu mulus melalui sejumlah tes kerja teknis seperti uji ketahanan atas ledak ranjau pada Juli lalu, dan yang terbaru uji daya gerak atau mobilitas dari Subang, Sarangan, hingga Ambal, Kebumen pada pekan ini.

Berdasarkan kemampuan, BUMN strategis itu siap memproduksi hingga 50 unit per tahun. Kadislitbangad Brigjen TNI Dandang Doetoyo menyebut bahwa kebutuhan tank di lingkup AD bisa mencapai 400 unit. "Karena ada jenis tank yang akan digantikan," katanya.

Kalakgiat Test Tank Medium Dislitbangad, Kolonel CPL Prihandoko menambahkan tank medium itu menunjukan performa positif. Bahkan disebutnya di luar ekspektasi.

"Secara power, tak ada masalah bahkan kelebihan power. Meski berjalan hingga 1.654 km, digunakan selama 3x24 jam juga tetap tangguh, secara mobilitas lincah, jadi secara power, metalurgi, hingga teknologi bagus," katanya.


(Setiady Dwi/CN33/SM Network)