• KANAL BERITA

Uang Palsu Rp 10 Juta Nyaris Beredar di Kebumen

Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar, menunjukkan tersangka pengedar uang palsu beserta barang buktinya di Mapolres Kebumen, Selasa (14/8). (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar, menunjukkan tersangka pengedar uang palsu beserta barang buktinya di Mapolres Kebumen, Selasa (14/8). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Peredaran uang palsu sebesar Rp 10 juta di Kebumen berhasil digagalkan oleh jajaran Satreskrim Polres Kebumen. Polisi menangkap seorang perempuan setengah baya yang diduga sebagai pengedar dan mengamankan uang palsu tersebut.

Tersangka yang diketahui bernama Sri Maryatun (51) warga Desa Campurasi, Kecamatan Bulu Temanggung hingga Selasa (14/8) ditahan di Mapolres Kebumen. Tersangka ditangkap di depan Alfamart Alun-alun saat hendak bertransaksi dengan seseorang warga Kebumen, Minggu (12/8) pukul 20.00 WIB.

Kepada polisi, orang tua tunggal dengan anak dua itu mengaku mendapatkan uang palsu pecahan Rp 100.000 sejumlah 100 lembar tersebut dari seseorang berinisial E (35) asal Semarang. Ada pun perempuan yang sehari-hari menjadi pedagang tembakau itu membeli uang palsu sebesar Rp 10 juta itu dengan uang asli Rp 3 juta.

Rencananya dia akan menjualnya kepada orang Kebumen yang disebutnya sebagai Bu Haji (70) sebesar Rp 5 juta atau dengan keuntungan Rp 2 juta. Namun belum juga bertransaksi, dia keburu tertangkap aparat kepolisian.

Tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aksinya berjualan uang palsu. Dia pun mengakui jika perbuatan itu salah. Sehingga untuk mengelabuhi petugas, tersangka memasukkan 100 lembar uang palsu tersebut ke dalam boneka. "Saya terpaksa melakukan hal ini untuk menghidupi anak saya," ujar perempuan yang ber-KTP Jakarta Timur tersebut.

Akan Bertransaksi

Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula adanya informasi bahwa tersangka akan bertransaksi di Kebumen. Setelah dilakukan penyelidikan dan terdapat cukup bukti tersangka ditangkap di Alun-alun Kebumen.

"Tersangka dijerat dengan pasal 36 jo pasal 26 UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dan diancam dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar," ujar AKBP Arief Bahtiar, didampingi Kasat Reskrim AKP Aji Darmawan dan Kanit Tipiter Ipda Ghulam Yanuar L saat konferensi pers, Selasa (14/8).

Dalam kesempatan itu, dihadirkan petugas bank dari BRI dan BNI Kebumen untuk memeriksa uang kertas yang diduga palsu tersebut. Uang tersebut diduga palsu karena memiliki beberapa perbedaan fisik yang mencolok jika dibandingkan dengan uang asli. Namun institusi uang bisa menilai uang palsu atau tidak adalah Bank Indonesia.


(Supriyanto/CN40/SM Network)