• KANAL BERITA

Lalu Lintas Hewan Kurban dari Jateng Tinggi, Vaksinasi Disiapkan

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Kebutuhan hewan kurban sapi dan kambing di Jabar tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan sebanyak 15 persen sehingga alokasi yang disediakan mencapai 600 ribu ekor.  

"Ada peningkatan kalau tahun 2017 ada 263 ribu totalnya sekarang ada peningkatan 10-15 persen tapi penyediaan dari kita hampir 600 ribu jadi tidak ada masalah," kata Penjabat Gubernur Jabar, M Iriawan di Bandung, Selasa (14/8).

Kondisi tersebut menyebabkan arus perpindahan hewan dari daerah lain menjadi relatif tinggi. Hal ini, jelasnya, memungkinkan munculnya penyakit antraks karena kumpulan ternak dalam satu lokasi.

Dalam kaitan itu, Dinas Ketahanan dan Pangan dan Peternakan Jabar akan melalukan vaksinasi terhadap hewan kurban khsususnya sapi yang banyak didatangkan dari Jateng dan Jatim.

"Sapi relatif banyak didatangkan dari Jateng dan Jatim artinya ada pergerakan hewan kurban antar daerah yang akan membawa resiko munculnya penyakit menular atau antraks," kata  Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Dewi Sartika.

Dijelaskan, pada 2008, pernah ditemukan adanya penyakit antraks di Kota Bogor, Bekasi dan Depok serta Kabupaten Purwakarta, Karawang, Subang, Bogor dan Bekasi. Setelahnya, penyakit tersebut tak pernah lagi kejadian.

Sebagai antisipasi, pihaknya bakal menggelar pemeriksaan terhadap hewan dan daging kurban. Di antaranya pemeriksaan antemortem, sebelum disembelih dan posmortem, sesudah disembelih. Diharapkan, langkah tersebut, penyakit hewan menular dapat dicegah atau dikendalikan.

Berdasarkan jadwal, pemeriksaan hewan kurban di tingkat Kabupaten dan Kota telah dilaksanakan sejak H-15 hingga hari H. Sedangkan sosialisasi dan bimbingan teknis atau pelatihan pemotongan hewan kurban telah dilaksanakan sejak H-30.


(Setiady Dwi/CN33/SM Network)