• KANAL BERITA

UIN Walisongo Siap Kirim Mahasiswa ke Tiongkok

Para mahasiswa UIN Walisongo dari berbagai jurusan foto bersama dengan para narasumber dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) usai Roadshow Education Expo di auditorium Kampus 3, Ngalian Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/dok)
Para mahasiswa UIN Walisongo dari berbagai jurusan foto bersama dengan para narasumber dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) usai Roadshow Education Expo di auditorium Kampus 3, Ngalian Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo tengah bersiap mengirimkan mahasiswa dan dosen ke Tiongkok dalam jumlah yang cukup besar. Mereka nantinya akan belajar berbagai disiplin ilmu mulai jenjang S2 maupun S3. ''Alhamdulillah sekarang sudah ada dosen-dosen UIN Walisongo yang alumni Tiongkok sehingga bisa membantu hubungan sinergi di bidang pendidikan,'' kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Walisongo, Prof Dr Suparman Syukur, kemarin.

Dia mengatakan hal itu ketika membuka Roadshow Education Expo yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) di auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo, Ngalian, Semarang.

Kepala Pusat Kajian Ekonomi, Sosial dan Kebudayaan PPIT, Ali Romdloni menjelaskan, selama liburan musim panas tahun ini, para dosen dan mahasiswa yang tengah menempuh studi di Tiongkok melakukan roadshow pendidikan di kampus-kampus se-Indonesia.

Sarasehan Pendidikan tersebut menampilkan tiga pembicara yaitu Ali Romdloni mewakili PPIT, Agus Fathuddin Yusuf alumni Nanchang University, Jiangxi Province dan Itsna Rahma Fitriani Ketua PPIT Cabang Nanchang.

Menurut Suparman Syukur, pihaknya akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa dan dosen UIN Walisongo yang akan menempuh studi lanjut di luar negeri. ''Sekarang belum dianggap menguasai bahasa asing kalau hanya bisa berbahasa Arab dan Inggris. Harus ditambah bahasa Mandarin, Belanda, Jerman, Persia dan lain-lain,''katanya.

Dunia Pendidikan

Sementara itu Agus Fathuddin Yusuf yang juga wartawan Suara Merdeka dalam materi berjudul "Mengapa Harus ke China" menyampaikan lima alasan mengapa harus belajar di Tiongkok. ''Saat ini semua mengakui Tiongkok sebagai negara yang sangat kuat di bidang ekonomi. Negara ini sangat serius mengurusi dunia pendidikan. Biaya pendidikan murah dan biaya hidup murah. Manfaat yang paling penting adalah membangun jaringat atau networking,'' katanya.

Bahkan, kata Agus, dengan studi di Tiongkok, pihaknya menjalin komunikasi dengan China Islamic Association (CIA) dan Ikatan Jurnalis Tiongkok.

Ali Romdloni yang tengah menempuh S3 Perbandingan Agama di Harbin University menjelaskan, jejak-jejak dakwah Islam di Tiongkok sangat terasa. Semua masjid dan makam-makam bersejarah peninggalan ribuan tahun lalu masih terjaga dan terawat hingga sekarang.

''Kebiasaan adat dan tradisi ziarah ke makam-makam leluhur di Tiongkok juga dilestarikan hingga sekarang,'' kata Doni, panggilan akrabnya.

Karena itu dia mengajak mahasiswa UIN Walisongo untuk semangat menjadi duta-duta bangsa studi lanjut di Tiongkok.

Sementara Itsna Rahma Fitriani yang juga Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Tiongkok, menyampaikan kiat-kiat dan trik untuk mendapatkan beasiswa pendidikan di Tiongkok. Dia menyebut jalur beasiswa bisa ditempuh melalui kedutaan besar Tiongkok di Jakarta, dari Yayasan Hanban, Confucius, provinsi dan kampus semua digelar dan mudah diakses. ''Tinggal kita mau pilih kampus mana dan bidang studi apa,'' katanya.


(Red/CN40/SM Network)