• KANAL BERITA

Seleksi Perdes di 21 Desa Bermasalah

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Kapolres AKBP Arif Budiman, kemarin menemui perwakilan pendemo penjaringan perdes di ruang kerjanya.(suaramerdeka.com/Anindito AN)
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Kapolres AKBP Arif Budiman, kemarin menemui perwakilan pendemo penjaringan perdes di ruang kerjanya.(suaramerdeka.com/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, menemukan indikasi dugaan penyimpangan dalam penjaringan Perangkat Desa (Perdes) di Sragen. Tercatat ada 21 Desa dalam penyelenggaraan penjaringan perdes, ternyata bermasalah.

Masalah pada 21 desa ditindak lanjuti dengan pemeriksaan. ‘’Sedang kami dalami, 21 desa memang bermasalah,’’ tutur Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, usai mengamankan aksi demo penolakan hasil penjaringan perdes, kemarin.

Pengisian dan seleksi perdes di 192 desa di Sragen untuk mengisi formasi kekosongan jabatan 581 perdes. Arif Budiman mengaku menerima laporan langsung dari Azis Kristanto, terkait adanya penjaringan perdes di beberapa desa yang bermasalah.

‘’Pak Azis sudah menyampikan laporan. Tim kami juga sudah mendatangi Pak Azis untuk meminta dokumen. Kami dijanjikan Senin (kemarin) untuk diberi dokumen itu. Kami masih menunggu,’’ tuturnya.

Periksa Kades Taraman

Sementara itu Satreskrim Polres Sragen memeriksa Kades Taraman Agus Widodo  Jumat (10/8) lalu, terkait transfer dana dari rekening seseorang sebesar Rp 250 juta ke rekening kades. Uang itu diduga hasil seleksi perdes. Kades Taraman Agus Widodo diperiksa hingga tiga jam.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman menjelaskan, kalau pemeriksaan terhadap kades itu dilakukan atas dasar laporan salah seorang peserta seleksi perangkat Desa Taraman yang tidak lolos. Namun pelapor memiliki bukti transfer ke rekening kades sebesar Rp 250 juta.

Kades Taraman, Agus Widodo mengatakan, ada kesalahpahaman, karena pelapor yang masih terbilang famili marah kepada dia, karena anaknya tidak lolos dalam penjaringan perdes. Agus Widodo statusnya masih sebagai saksi.

Azis Kristanto, mantan anggota DPRD Jateng berjanji akan mencari oknum yang bermain dengan imbalan uang dan memanipulasi nilai uji kompetensi perangkat desa. ‘’Sampai di mana pun akan saya kejar,’’ tandas Azis Kristanto dengan nada tegas.


(Anindito AN/CN40/SM Network)