• KANAL BERITA

Keluar Bandara, Menhub dan Menlu Naik Motor

Hadiri Pekan Nasional Keselamatan Jalan 

KENDARAI MOTOR: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) mengendarai motor saat keluar dari Bandara A Yani menuju PRPP Tawang Mas, Minggu (12/8). (SM/Arie Widiarto)
KENDARAI MOTOR: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) mengendarai motor saat keluar dari Bandara A Yani menuju PRPP Tawang Mas, Minggu (12/8). (SM/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih mengendarai sepeda motor saat keluar dari Bandara Ahmad Yani saat akan menghadiri acara dialog ''Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2018 di Gedung Merbabu PRPP Semarang, Minggu (12/8). Kedua menteri kabinet kerja ini dikawal motor patroli Polisi Lalu Lintas (Polantas) saat menuju ke PRPP yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Bandara.

Ketika mengendari motor, Budi memakai  jaket hitam Asian Games 2018 dan motor Honda PCX,  sementara Retno Marsudi mengendarai motor bebek Honda Beat. 

''Saya  sengaja mengajak bu Retno naik motor karena ingin mengenalkan keselamatan berkendara,'' ungkap Budi di sela-sela acara.

Budi mengemukakan, selama ini angka kecelakaan tertinggi di jalanan adalah pengendara motor. Maka dari itu, Kemenhub aktif menyosialisasikan keselamatan berkendara, khususnya bagi pemotor. 

''Salah satunya dengan memberi contoh langsung berkendara motor yang baik dan benar, antara lain memakai helm dan kecepatan dikontrol,'' jelasnya.

Ia menyebut, menyebut angka kecelakaan lalu lintas tertinggi terdapat lima daerah. Data sepanjang 2017, kelima daerah dengan kecelakaan tertinggi yakni Jawa Timur dengan  korban 8.835 jiwa, Jawa Tengah nomor dua dengan korban jiwa sebanyak 8.815 orang, kemudian Jawa Barat 2.952 korban jiwa, Sulawesi Selatan 2.610 jiwa dan Sumatra Utara 2.493 jiwa.

''Dari jumlah tersebut 72 persen kecelakaan di jalan raya dipicu tabrakan dengan melibatkan kendaraan bermotor dan korban berusia antara 15 sampai 30 tahun atau usia produktif," terangnya.


(Arie Widiarto/CN34/SM Network)