• KANAL BERITA

Kemenpora Dorong Pemuda Berperan Kurangi Kemiskinan

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora  Prof Dr  Faisal Abdullah SH MSi menberikan motivasi saat pembukaan Diklat Pemberdayaan Pemuda di Hotel Mexolie Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Prof Dr Faisal Abdullah SH MSi menberikan motivasi saat pembukaan Diklat Pemberdayaan Pemuda di Hotel Mexolie Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kemenpora mendorong kepada para pemuda Kebumen mengambil peran untuk mengurangi angka kemiskinan yang ada di kabupaten tersebut. Hal itu disebabkan oleh, kabupaten berslogan “Beriman” itu berpredikat sebagai kabupaten termiskin nomor dua di Jawa Tengah.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah, mendorong kepada para pemuda untuk menggali potensi lokal yang ada kemudian mengembangkannya.  Dia melihat Kebumen kaya potensi namun masih belum banyak yang dikembangkan.

“Kalau dilihat dari potensi yang dimiliki, Kebumen tidak mungkin menjadi daerah termiskin,” ujar Faisal Abdullah, saat membuka Pendidikan dan Latihan Pemberdayaan Pemuda di Hotel Mexolie, baru-baru ini.

Diklat ini dilaksanakan selama dua hari, 9-10 Agustus itu diikuti oleh 200 pemuda di Kebumen. Peserta berasal  pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan serta karang taruna yang memiliki minat berwirausaha.

Usai pembukaan, dilanjutkan penyematan tanda peserta yang diwakili perwakilan peserta Linda Astuti Damayanti dan Sigit Fani Ramadhan yang merupakan Duta Wisata Kebumen 2018. Hadir Kepala Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON) Kemenpora, Suryati, yang merupakan asli Kebumen, Sekretaris Dinas Porawisata Kebumen, M Priyono.

Lebih lanjut, Faisal menambahkan, diklat tersebut memiliki tujuan untuk membangun karakter, kapasitas dan daya saing pemuda di bidang kewirausahaan. Dia berharap melalui diklat itu, para pemuda khususnya di Kebumen dapat meningkatkan wawasan dan kemampuan dalam berwirausaha, dan semua peserta dapat menjadi wirausaha muda.

"Para pemuda, kalian hadir di sini sebagai generasi muda yang membanggakan, generasi pelanjut, generasi milenial, pemimpin di hari esok," tutur Faisal.

Bentuk Karakter    

Ada pun materi pada diklat ini yaitu materi kebijakan pemberdayaan pemuda, kebijakan pengembangan kewirausahaan pemuda, membangun jaringan bisnis melalui teknologi yang disampaikan oleh Agus Setiawan Piranhamas, pengusaha digital marketing,  membangun kemandirian dan kreativitas pemuda oleh Briane Novianti Syukmita, Social Entrepreneur.
 
Kemudian peningkatan produktivitas melalui modal kewirausahaan dari pimpinan Bank Jateng Kebumen; teknik membuat proposal usaha baru oleh Kukuh Indra Prasena, Founder dan Lecturer Young Entrepreneur Academy (YEA), membangun nilai nasionalisme wirausaha muda oleh Mujiburrohman dari Kemenpora dan sharing dan success story oleh pengusaha penyandang disabilitas asal Kebumen Irma Suryati.

Kepala PP-PON Kemepora, Suryati menambahkan, diklat ini dilaksanakan dengan maksud agar pemuda memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola usaha serta memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan usaha secara sederhana. Selain pembentukan karakter dan membangunkan jaringan permodalan, pihaknya juga akan mengkoordinasikan kebijakan daerah setempat.

Menurutnya, untuk mendukung berkembangnya usaha, sinergi kebijakan dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat sangatlah penting. “Usai diklat, kami dari PP-PON juga akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan kepada para peserta,” tegasnya.


(Supriyanto/CN40/SM Network)