• KANAL BERITA

Biro Umrah Tak Kenal Krisis

Banyak yang Tutup, Banyak yang Buka

BERI PENJELASAN : Kepala cabang El Teyba Tour Solo Afif Muchammad memberi penjelasan pada wartawan di sela pembukaan kantor cabang biro haji dan umrah itu di Solo, Minggu (12/8). (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
BERI PENJELASAN : Kepala cabang El Teyba Tour Solo Afif Muchammad memberi penjelasan pada wartawan di sela pembukaan kantor cabang biro haji dan umrah itu di Solo, Minggu (12/8). (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Di tengah krisis kepercayaan para jamaah/masyarakat terhadap biro perjalanan haji dan umrah nasional akibat kasus penipuan, ternyata masih saja banyak pelaku bisnis yang membuka cabang atau mendirikan kantor baru biro perjalanan haji dan umrah di Soloraya.

Banyaknya potensi jamaah yang kepingin menjalankan ibadah umrah dari Solo dan sekitar menjadi salah alasan pendirian biro itu. "Memang berat membuka kantor baru di saat krisis kepercayaan masyarakat terhadap biro umrah, tapi kami tetap optimistis. Sebab, pembukaan kantor cabamg ini harus kami lakukan," kata pembina PT Elteyba Medina Fauzana perwakilan Solo, Endang Brotojoyo ketika membuka kantor cabang biro umrah, Minggu (12/8).

Rasa oprimistis pemilik dan pengelola El Teyba Tour dalam meraih keparcayaan jamaah atau masyarakat dan dalam menjalankan bisnisnya di Kota Bengawan sangat beralasan. Sebab, selain berpengalaman dalam mengelola biro haji dan umrah sejak 2002, El Teyba Tour juga memberi jaminan atau kepastian bagi para jamaah yang memakai jasanya dalam melaksanakan ibadah umrah. Yakni, kepastian izin, terbang,  pemberangkatan, hotel, dan kepastian visa.

Menurut kepala cabang El Teyba Tour Solo Afif Muchammad, permasalahan yang banyak muncul belakangan ini yang mengakibatkan jamaah tidak percaya adalah para jamaah yang mendaftar tidak mendapatkan atau terlambat mendapatkan visa karena pihak biro tidak langsung mengurusnya, sehingga mereka gagal berangkat atau paling tidak keberangkatannya tertunda. "Kalau di tempat kami tidak mungkin terjadi, sebab begitu ada jamaah mendaftar, saat itu visanya langsung kami urus. Lagi pula dalam mengurus visa, kami juga bekerja sama dengan biro jasa yang ada di Arab Saudi sehingga bisa cepat mengurusnya."

"Begitu pula untuk akomodasinya, seperti hotel, katering, maupun untuk perjalananan darat, kami mempunyai pegawai di sana yang yang mengurus semuanya. Nah, itulah kelebihan yang kami tawarkan bagi para jamaah di Solo yang hendak berumrah," kata Afif.

Lantaran masih terbilang baru di Solo, Afif mentargerkan bisa memberangkatkan jamaah umrah ke Arab Saudi tiga kali sebulan dari Bandara Adi Soemarmo langsung ke Jeddah atau Madinah. Dan setiap kelompok terbang sebanyak 40 hingga 50 jamaah. Pihaknya optimistis dengan target itu, apalagi di Kota Solo dan sekitar potensinya cukup banyak sejak Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air membuka penerbangan langsung dari Solo ke Jeddah dan Madinah, masing-masing seminggu enam kali seminggu.

Berdasar catatan kantor Kementerian Agama setempat, dari Kota Solo rata-rata sebanyak 600 jamaah per bulan yang berangkat umrah. Itu belum dari kota lain seperti Semarang, Yogyakarta, Madiun, bahkan luar Jawa yang jumlahnya jauh lebih banyak yang berangkat umrah dari Solo. "Kami memberi dua pilihan bagi jamaah yang mendafyar, mau berangkat umrah dari Solo apa Jakarta," jelasnya.


(Langgeng Widodo/CN19/SM Network)