• KANAL BERITA

Jelang HUT Kemerdekaan RI, Narapidana Bersihkan Makam Pahlawan

BERSIHKAN TMP: Para narapidana bersama petugas Rutan Kebumen membersihkan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Wira Bhakti, Sabtu (11/8). (Foto suaramerdeka.com/Supriyanto)
BERSIHKAN TMP: Para narapidana bersama petugas Rutan Kebumen membersihkan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Wira Bhakti, Sabtu (11/8). (Foto suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com – Sepintas tidak ada yang berbeda dalam kegiatan kerja bakti di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Wira Bhakti Kebumen, Sabtu (11/8) pagi. Pasalnya, membersihkan makam pahlawan menjelang perayaan HUT kemerdekaan ke-73  RI adalah hal yang lumrah.

Namun setelah mengamati ada yang tak lazim. Puluhan orang berseragam kaos merah putih tersebut ternyata para narapidana dan petugas Rutan Kebumen. Meski sama-sama mengenakan kaos merah putih, yang membedakan adalah di balakang  kaos narapidana tertulis “Pasukan Merah Putih Narapidana Rutan Kebumen”. Sedangkan kaos yang dipakai petugas Rutan belakangnya polos.

Tanpa pengawalan yang ketat, berbekal alat sapu, sabit hingga mesin pemotong rumput, para narapidana tampak bersemangat melakukan kerja bakti. Selain membersihkan sampah berupa daun kering, sebanyak 20 napi didampingi 15 petugas Rutan juga melakukan pengecetan pagar maupun tugu makam pahlawan.

Kepala Rutan Kebumen Soetopo Barutu yang memimpin kerja bakti itu menjelaskan, napi yang mengikuti bersih-bersih  makam pahlawan merupakan napi terpilih menjadi Pasukan Merah Putih Narapidana Rutan Kebumen. Sebagian mereka ada yang akan memasuki masa bebas bersyarat, namun ada pula yang masih lama menjalani masa hukuman namun dinilai layak.

“Membersihkan makam pahlawan sebagai bentuk upaya menghargai jasa dan perjuangan yang telah diberikan untuk bangsa Indonesia. Kegiatan seperti ini sekaligus menjadi media untuk menumbuhkan sikap nasionalisme bagi para narapidana,” ujar Soetopo Barutu kepada Suara Merdeka di sela-sela kegiatan.

Siap Dikerahkan

Terkait keberadaan pasukan merah putih, Soetopo menjelaskan bahwa pasukan tersebut merupakan narapidana yang terpilih. Mereka siap dikerahkan untuk kegiatan sosial seperti membersihkan tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

“Dengan catatan  kegiatan itu murni sosial, tidak ada kepentingan politik,” ujar Soetopo menyebutkan, para napi banyak yang memiliki keahlian baik di bidang pertukangan maupun membatik.

Melalui kerja sosial, imbuh Soetopo, sebagai bekal bagi narapidana untuk kembali terjun ke masyarakat sebagai orang bebas. Bahwa melalui pembinaan yang dijalani selama menjadi warga binaan, mereka memiliki peran yang baik serta bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Soetopo menambahkan, saat ini dari kapasitas 113 orang,  jumlah warga binaan Rutan mencapai 201 orang terdiri atas 104 orang tahanan dan 97 narapidana. Para warga binaan tersangkut kasus tidak pidana umum 184 orang yang didominasi kasus pencabulan. Kemudian kasus Narkoba 16 orang dan satu orang kasus tindak pidana korupsi (tipikor).

Salah satu napi, Abdu Karnain MD yang terjerat pelanggaran Undang-undang ITE mengaku senang mengikuti bersih-bersih di makam pahlawan. Kegiatan itu sekaligus refresing lantaran bisa bernafas di luar Rutan.

“Senang mendapatkan kesempatan keluar Rutan dan bisa membersihkan makam para pahlawan,” ujar kontraktor yang divonis satu tahun penjara dalam perkara pencemaran nama baik melalui grup Facebook terhadap anggota DPR RI KRT Darori Wonodipuro. 


(Supriyanto/CN19/SM Network)