• KANAL BERITA

Stabilitas Ekonomi Tetap Terjaga Jelang Pemilu 2019

Foto: Kepala Staf Presiden, Moeldoko / istimewa
Foto: Kepala Staf Presiden, Moeldoko / istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Menjelang digelarnya Pemilu 2019, perekonomian Indonesia dijamin tetap stabil. Sebab, kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menunjukan tren positif dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 60%.

“Stabilitas ekonomi akan tetap terjaga menjelang hingga berakhirnya Pemilu 2019. Sebab, kondisinya memang stabil. Pemilu akan berjalan aman. Semua sektor bisa bergerak normal,” ungkap Kepala Staf Presiden, Moeldoko, Jumat (10/8).

Seperti dilansir RRI, terjaganya stabilitas ekonomi saat Pemilu 2019 juga disampaikan dalam 'CEO Forum Industri Keuangan'. Forum pertemuan ini digelar oleh BNP Paribas Investment Partners di Hotel Mandarin Oriental, Kamis (9/8). Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari mengatakan, kinerja pemerintahan Presiden Jokowi positif dan stabil.

“Belum lagi jika kita membahas persoalan infrastruktur yang bertujuan untuk membangun konektivitas antar masyarakat. Dari sisi ekonomi, pencapaian Presiden Jokowi sangat signifikan,” kata Denni.

CEO BNP Paribas Investment Partners, Vivian Secakusuma memaparkan latar diselenggarakannya acara ini. Persoalan ekonomi tidak bisa dianggap enteng, terlebih lagi jelang pemilu 2019 mendatang. Sebab, menjelang Pemilu biasanya ada banyak isu yang berkembang. Kondisi ini tentu memberi pengaruh kurang menguntungkan bagi pelaku bisnis.

“Beberapa isu perekonomian kerap bermunculan, mulai dari soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, sampai kenaikan suku bunga yang terjadi karena beberapa faktor eksternal Indonesia,” kata Vivian.

Dalam forum yang mengangkat tema mengenai ‘Dinamika Politik dan Ekonomi Indonesia di tahun 2019’ ini turut hadir Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Philips Vermonte, serta dua Direksi BNP Paribas Wiman Kastami dan Aliyahdin Saugi. Diskusi dipandu jurnalis televisi senior Najwa Shihab.

Philips Vermonte menjelaskan, rakyat Indonesia dikenal kritis dalam memilih pemimpin.

“Terbukti Pilkada 2018 Juni lalu melahirkan sosok-sosok pemimpin muda intelektual, seperti Ridwan Kamil yang terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat,” kata Vermonte.


(Adib Auliawan/CN42/SM Network)