• KANAL BERITA

Calon Sekdes Lolos, Diprotes Warga Katelan

DITERIMA SEKDA : Puluhan warga Desa Katelan, Kecamatan Tangen diterima Sekda Tatag Prabawanto, untuk menyampaikan protes hasil ujian perdes. (suaramerdeka.com / Anindito AN)
DITERIMA SEKDA : Puluhan warga Desa Katelan, Kecamatan Tangen diterima Sekda Tatag Prabawanto, untuk menyampaikan protes hasil ujian perdes. (suaramerdeka.com / Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Puluhan warga Desa Katelan, Kecamatan Tangen, memprotes hasil ujian perangkat desa. Joko Kristanto mewakili warga Desa Katelan mengungkapkan Paidi, calon Sekdes Katelan lolos, padahal  yang bersangkutan tidak mampu menggerjakan ujian komputer program word dan excel. "Tapi anehnya, tidak bisa menggerjakan komputer tapi mendapat nilai 70," tutur Joko Kristanto saat diterima Sekda Tatag Prabawanto.

Pertemuan mendapatkan penjagaan ketat petugas Polres Sragen. Paidi yang nyalon Sekdes Katelan yang menggunakan ijasah Paket C. Begitu pun Nano Widiyanto juga tidak bisa komputer, namun lolos sebagai Kebayan I Katelan. Joko Kristanto mempertanyakan Panitia LPPM Perguruan Tinggi AUB yang menggelar uji kompetensi calon perdes. Peserta ujian komputer yang tidak mengerjakan soal seperti Paidi, hasil nilai keluar 70.

Aksi demo puluhan warga Desa Katelan itu diterima Sekda Tatag Prabawanto, Kabag Pemerintahan Suhariyanto dan Kabag Hukum Setda M Yulianto. Joko Kristanto menuntut tes ulang untuk menjaga kredibilitas LPPM itu dan proses pemilihan perdes di Sragen.

Agung Nugroho sarjana alumnus UPN Yogyakarta jurusan Hubungan Internasional mengaku kecewa kalau hasil ujian komputernya dikalahkan Paidi. "Padahal Paidi yang ujian di samping saya itu saat membuka login komputer saja tidak bisa dan minta tolong saya," tuturnya.

Setelah menuliskan namanya, Paidi tidak mengerjakan ujian komputer. Tapi nilainya 70, mengalahkan empat orang sarjana lain yang ikut ujian pengisian perangkat desa. Peserta lain Kunto Cahyono, telanjur sujud syukur, meraih nilai komputer 60 atau tertinggi dibanding peserta lain. Namun tak lama kemudian, panitia LPPM  AUB mengumumkan nilai komputer Paidi 70. "Mustahil ujian komputer kok mencapai 70. Padahal dia tidak bisa komputer," tutur Kunto Cahyono.

Sekda Tatag Prabawanto mengaku tidak memiliki kewenangan untuk meminta LPPM AUB menggelar tes ulang ujian perdes. "Kecuali jika ada keputusan hukum yang memerintahkan menganulir hasil tes, baru bisa dimintakan tes itu untuk diulang," tutur Tatag Prabawanto.

Joko Kristanto tetap pada tuntutannya mendesak agar pelantikan perangkat desa terpilih di Desa Ketalen ditunda. Selain itu Joko Kristanto akan mengadukan persoalan itu ke Polda Jateng dan mendesak LPPM AUB melakukan uji kompetensi ulang terhadap calon perdes Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen.


(Anindito AN/CN26/SM Network)