• KANAL BERITA

Minat Baca Perlu Ditumbuhkan

CERMATI KONTEN:<P> Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, M Masrofi mencermati konten buku yang dijual murah di Pameran Buku Kabupaten Semarang 2018. (suaramerdeka.com / dok)
CERMATI KONTEN:<P> Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, M Masrofi mencermati konten buku yang dijual murah di Pameran Buku Kabupaten Semarang 2018. (suaramerdeka.com / dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Budaya literasi di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain. Keterangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, M Masrofi di sela melihat Pameran Buku Kabupaten Semarang 2018 di Ungaran.

Menurutnya, apabila mengacu data World Bank dibutuhkan waktu sekitar 45 tahun untuk meningkatkan budaya literasi agar bisa sejajar dengan negara-negara maju. “Karenanya diperlukan kerja sama melibatkan semua pihak untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat kita,” katanya.

Rendahnya budaya literasi atau kecakapan membaca dan menulis tadi, lanjutnya, bisa berimbas pada rendahnya tingkat penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan rata-rata masyarakat Indonesia. “Minat baca dan kemampuan literasi harus ditumbuhkan secara masif dan sejak dini oleh segenap komponen bangsa. Pameran buku semacam ini menjadi salah satu langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan itu,” imbuhnya.

Demikian halnya dengan keberadaan perpustakaan yang tersebar hingga ke tingkat desa, diharapkan dapat menjadi pemicu untuk mendorong peningkatan mutu budaya literasi masyarakat.

Tak hanya menyediakan buku, Masrofi juga menyebut perpustakaan perlu menggelar pelatihan ketrampilan usaha produktif bidang pertanian, bahkan pelatihan usaha ekonomi kecil maupun mikro. “Jika diperlukan, dapat juga disiapkan pendamping aktif yang bisa membimbing masyarakat untuk mewujudkan usaha produktif itu,” tandasnya.

Pameran Buku Kabupaten Semarang 2018, dibuka oleh Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda Kabupaten Semarang Jati Trimulyanto ditandai dengan pemukulan gong. Turut menyaksikan, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang, Hendy Lestari. Dalam sambutannya, Jati Trimulyanto menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk para kepala desa agar mengalokasikan sebagian dana desa guna pengembangan perpustakaan desa (perpusdes).

“Perpusdes dapat menyelenggarakan pelatihan keterampilan bagi warga setempat selain menyediakan buku bacaan bermutu. Sehingga warga dapat merasakan manfaat langsung keberadaan perpusdes untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.


(Ranin Agung/CN26/SM Network)