• KANAL BERITA

25 Lebih Tokoh Tampil untuk Gus Mus

Foto: KH Mustofa Bisri (suaramerdeka.com/Nugroho DS)
Foto: KH Mustofa Bisri (suaramerdeka.com/Nugroho DS)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perhelatan Milad ke-74 KH Mustofa Bisri atau Gus Mus bertajuk ''Mata Air Gus Mus'' di Beranda Suara Merdeka, Jalan Pandanaran II nomor 10, Mugassari, Semarang dijadwalkan diisi penampilan 25 lebih tokoh lokal maupun nasional, nanti malam. Acara yang digelar Suara Merdeka Network (SMN) ini terbuka untuk umum dan gratis.

Di awal acara, sekitar pukul 19.30 pelajar dari SMK 8 dilanjutkan tarian menandai dibukanya perhelatan ini. Kelompok musik puisi dari Semarang, Poemblusukan tampil. Puisi dengan iringan musik blues membuat suasana. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang, Ahmad Daroji bercerita tentang sosok Gus Mus.

Dilanjutkan, pembacaan puisi sesi pertama oleh Niken Ardana Reswari, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, serta politisi yang merupakan Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie. Giliran Choliq Arief memberikan testimoni.

Kemudian, penyair asal Surakarta, Sosiawan Leak dengan dua puisi berjudul ''Gus, Bicaralah!'' dan ''Dunia Bogambola''. Masyarakat yang menonton akan menikmati video biografi Gus Mus yang digarap oleh sutradara film asal Semarang, Anto Galon. Fragmen perjalanan hidup kiai kelahiran Rembang, Agustus 1944 tersebut ditampilkan dalam audio visual.

Baca juga: Visualkan Cerpen Karya Gus Mus

Baca juga: Perihal Kebahagiaan di Negeri Sulapan

Video selesai diputar, Chief Executive Officer (CEO) Suara Merdeka, Kukrit Suryo Wicaksono menyambut dengan baca puisi. Tokoh Tionghoa Kota Semarang, Harjanto Halim juga akan mengungkapkan kesan-kesannya terhadap sosok Gus Mus.

Layar proyektor kembali memutar video. Kali ini video dokumentasi Djoko Susilo saat berproses melukis Gus Mus. Suara merdu dari Endah Sri Murwani atau lebih dikenal dengan nama Endah Laras menampilkan musik puisi yang berasal dari puisi Gus Mus bertajuk ''Aku Tidak Bisa Bernyanyi Lagi''. Penyanyi kelahiran Sukoharjo, Agustus 1976 ini tampil bersama permainan ukulele.

Baca juga: Menyongsong Perhelatan Mata Air Gus Mus

Baca juga: Jalan Pandanaran II Ditutup

Tokoh selanjutnya adalah penyair yang merupakan alumnus SMA 1 Semarang, Sitok Srengenge. Dilanjutkan Budayawan, Prie GS, tampil secara khusus untuk Gus Mus. Putri kedua Quraish Shihab yang dikenal dengan program gelar wicara Mata Najwa, Najwa Sihab juga membaca puisi sekaligus bertestimoni.

Tiga penyair kenamaan, Sutardji Calzoum Bachri, Zawawi Imron, dan Timur Sinar Suprabana secara berurutan tampil membaca puisi. Perupa asal Yogyakarta yang telah meraih setidaknya tiga penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melakukan demonstrasi melukis.

Baca juga: Lantunan Endah Laras dan Sujiwo Tejo

Tokoh Islam liberal kelahiran Pati, Januari 1967, Ulil Abshar Abdalla, memberikan testimoni. Dilanjutkan pemutaran film karya Anto Galon berjudul ''Gus Muslih''. Film tersebut diangkat dari cerita pendek (Cerpen) karya Gus Mus berjudul sama. Menampilkan komedian legendaris, Qomar, sebagai aktor utama.

Berurutan, tokoh yang tampil selanjutnya adalah penyair Joko Pinurbo, Emha Ainun Najib (Cak Nun), penampilan musik dari Sujiwo Tedjo. Di momen ini, Gus Mus juga tampil di panggung. Ditutup dengan doa oleh Kiai Charis Sodaqoh serta penutupan dari Prie GS.

Baca juga: Memaknai Jendela Guru Bangsa

Baca juga: Puisi Gus Mus - Bangsa Ini

Baca juga: Puisi Gus Mus - Orang-Orang Negeriku

Baca juga: Bagaimana Aku Menirumu, O Kekasih

 


(Aristya Kusuma Verdana/CN42/SM Network)