• KANAL BERITA

Waduk Tempuran Kering, Pasokan Air PDAM Terganggu

Foto: Sisi timur Waduk Tempuran Blora airnya sudah habis.  Waduk Tempuran Kering, Pasokan Air PDAM Terganggu. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Foto: Sisi timur Waduk Tempuran Blora airnya sudah habis. Waduk Tempuran Kering, Pasokan Air PDAM Terganggu. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com -  Sisi timur Waduk Tempuran di Desa Tempuran, Kecamatan Blora mengering, padahal di sisi ini PDAM mendapatkan air baku, sehingga pasokan air baku dari waduk itu terhenti. Sementara waduk bagian barat, air masih tersisa meski debitnya turun drastis.

Namun di bagian barat waduk terbesar di Blora para petani masih bisa mendapatkan air untuk irigasi pertanian. Di tempat tersebut juga digunakan para atlet dayung Blora berlatih menyiapkan diri berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng, 19-26 Oktober di Solo.

Sebenarnya tidak ada pemisah antara bagian timur dan barat waduk, namun ada bagian dasar waduk yang dangkal yang akhirnya membelah kedua bagian tersebut, sehingga air di bagian barat tidak sampai mengalir ke sisi timur.

‘’Kalau dipersentase, air yang masih tersisa di Waduk Tempuran hanya sekitar 10 persen saja dari kapasitas waduk yang mencapai dua juta meter kubik air,’’ ujar Operator Waduk Tempuran Giono, kemarin.

Beberapa tahun lalu air di waduk seluas 54 hektare itu juga pernah habis saat musim kemarau. Pengerukan sedimentasi beberapa tahun lalu seakan tidak membawa dampak karena ternyata air masih bisa habis. Apalagi pasokan air ke waduk hanya berasal dari air hujan.

‘’Karena tahun ini musim kemarau akan lebih panjang,’’ kata Giono.

Subroto warga di sekitar Waduk Tempuran mengatakan, kekeringan sebenarnya sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Waduk Tempuran berangsur-angsur menyusut seiring hujan tak lagi turun.

"Yang paling terparah memang baru-baru saja, sampai di bagian timur airnya sudah mulai habis,’’ tandasnya.


(Abdul Muiz/CN42/SM Network)