• KANAL BERITA

Pimpinan PTS se Jateng Ikuti Sosialisasi di Untag

Foto: Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (tiga dari kiri) didampingi Kapolda  Jateng Irjen Condro Kirono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rektor Untag Suparno dan para pimpinan perguruan tinggi di Jateng foto bersama usai ''Sosialisasi  Penguatan Perguruan Tinggi Swasta Dalam Menangkal Radikalisme di Jateng'' di kampus Untag Semarang Jl Pawiyatan Luhur Bendan Dhuwur Semarang, Jumat (10/8). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)
Foto: Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (tiga dari kiri) didampingi Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Rektor Untag Suparno dan para pimpinan perguruan tinggi di Jateng foto bersama usai ''Sosialisasi Penguatan Perguruan Tinggi Swasta Dalam Menangkal Radikalisme di Jateng'' di kampus Untag Semarang Jl Pawiyatan Luhur Bendan Dhuwur Semarang, Jumat (10/8). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Para pimpinan dan segenap civitas akedemika Perguruan Tinggi di Jateng diharapkan berperan dalam penangkalan paham radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus. Sebab pergerakan paham radikal di kampus ini juga sudah pada tahap mengkhawatirkan. Salah satu bukti adalah terungkapnya terduga teroris yang tengah merencanakan aksi teror di sebuah perguruan tinggi di Riau beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius saat menyampaikan paparan pada ''Sosialisasi Penguatan Perguruan Tinggi Swasta Dalam Menangkal Radikalisme di Jateng'' yang digelar di aula kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang Jl Pawiyatan Luhur Bendan Dhuwur Semarang, Jumat (10/8).  Dalam kesempatan tersebut hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono dan Rektor Untag Dr Drs Suparno. Selain itu dalam hadir pula para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se Jateng.

Komjen Suhardi menjelaskan kegiatan yang juga akan diselenggarakan di seluruh Tanah Air ini merupakan upaya BNPT untuk memberikan berbagai informasi terkait penanggulangan terorisme khususnya di kampus. BNPT sendiri tidak akan ikut campur langsung dalam proses pengawasannya, namun bila dibutuhkan untuk memberikan supervisi, siap menurunkan tim.

''Ini merupakan sinergi dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), serta lembaga perguruan tinggi di Indonesia untuk melindungi kampus dari radikalisme,'' jelasnya.

Ia mengungkapkan pada sosialisasi itu telah menjelaskan secara detail kepada para pimpinan PTS tentang dinamika radikalisme di lingkungan kampus.

''Para mahasiswa ini adalah para calon pemimpin masa depan yang harus kita bimbing pada arah yang benar. Ini sudah menjadi tugas kita, demi masa depan bangsa ini,'' ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam pertemuan dengan pimpinan perguruan tinggi tersebut juga dipaparkan langkah-langkah seperti apa yang mesti dilakukan jika diketahui ada indikasi ke arah adanya terorisme dan radikalisme. Selain itu, BNPT juga memberikan informasi tentang modusnya seperti apa, serta bagaimana penyebaraan, dan cara mengatasinya.

''Penguatan sinergi di lingkungan kampus ini mutlak harus dilakukan. Jangan sampai komunitas kampus yang terpapar radikalisme, apakah itu mahasiswa, dosen, bahkan guru besar. Untuk itulah, para pihak terkait tidak hanya harus mengawasi mahasiswa saja, tetapi juga para dosen, guru besar, dan staf pegawai lainnya di lingkungan kampus,'' jelasnya.

Komjen Suhardi berharap dengan adanya sosialisasi ini BNPT dan pengelola perguruan tinggi swasta dapat mencapai kesepahaman yang sama dalam melihat persoalan radikalisme di kampus ini. Para pimpinan PTS ini diharapkan menyampaikan apa yang sudah didapat ke jajarannya.

''Sehingga tak hanya pimpinan, tetapi seluruh civitas akademika yang ada di perguruan tinggi ikut bersama-sama menanggulangi persoalan radikalisme dan terorisme ini,'' jelasnya.

Rektor Untag Dr Drs Suparno menyatakan isu radikalisme di kampus adalah masalah bersama. Sehingga, dia menilai, semua pihak perlu bersinergi untuk menangkal radikalisme.

"Kami melihat ini adalah masalah bersama sehingga kita perlu bersinergi untuk menangkal itu dan kami berterimakasih bisa menjadi tuan rumah dalam sosialisas oleh BNPT ini," kata dia.

Ia pun sependapat ke depan perlu ada sinergitas untuk mencegah radikalisme.

''Kami juga sejak mahasiswa masuk diberi pembekalan bagaimana memupuk rasa nasionalisme, cinta NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,'' pungkasnya. 


(Arie Widiarto/CN42/SM Network)