• KANAL BERITA

PWI Kota Magelang Salurkan Bantuan Air Bersih

Foto: Dandim 0705/Magelang, Letkol Arm Kukuh Dwi Antono bersama Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo menuangkan air bersih dari tangki ke ember milik warga di Dusun Sembungan, Desa Kembanglimus, Kabupaten Magelang yang terdampak kekeringan. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Foto: Dandim 0705/Magelang, Letkol Arm Kukuh Dwi Antono bersama Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo menuangkan air bersih dari tangki ke ember milik warga di Dusun Sembungan, Desa Kembanglimus, Kabupaten Magelang yang terdampak kekeringan. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Musim kemarau yang panjang menyebabkan masyarakat delapan desa di Kabupaten Magelang mengalami krisis air bersih. Salah satu desa yang “langganan” kesulitan mendapatkan air bersih adalah Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur.

Atas dasar itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang menyalurkan bantuan tiga tangki air bersih di desa tersebut, Jumat (10/8). Bantuan ini hasil kerja sama dengan PDAM Kota Magelang, BPBD Kabupaten Magelang, Kodim 0705/Magelang, Polres Magelang, dan Polres Magelang Kota.

Tiga tangki disalurkan di beberapa bak penampungan air di desa tersebut. Puluhan warga pun berkumpul untuk mendapatkannya gratis. Segenap anggota BPBD, TNI, dan Polri sigap membantu warga menuangkan air ke ember dan jerigen.

Trimah, salah satu warga mengaku, di musim kemarau ini masyarakat sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum sehari-hari. Pasalnya, sumur milik warga surut airnya. Kalaupun masih ada, volume sangat sedikit, berwarna kuning, dan berbau.

“Sejak tiga bulan lalu sulit mendapat air bersih. Ada sumur yang masih ada airnya, tapi tidak layak dimimum, karena berwarna kuning dan bau,” ujarnya saat mengambil air bersih bantuan PWI Kota Magelang.

Dia menuturkan, untuk mendapatkan air sebagian warga terpaksa mengambil air di sungai yang keruh. Ada juga warga yang menggali lubang kecil di dekat belik (mata air kecil) di aliran sungai yang surut untuk mendapatkan sisa air resapan.

“Ada Sungai Tangsi yang arusnya masih besar, tapi jaraknya jauh sekitar 2 kilometer. Itupun hanya untuk kebutuhan mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga. Kalau untuk air minum atau memasak, kami mengandalkan air bersih dari pemerintah,” katanya.

Ketua PWI Kota Magelang, Adi Daya Perdana mengutarakan, bantuan air bersih ini bentuk kepedulian wartawan kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Dipilihnya Desa Kembanglimus, khususnya Dusun Sembungan karena sudah tiga bulan ini sulit mendapat air bersih.

“Kami harap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan meringankan beban mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto menjelaskan, kemarau berkepanjangan inimenyebabkan delapan desa yang tersebar di tiga kecamatan mengalami krisis air bersih. Tiga kecamatan itu adalah Borobudur, Salaman, dan Dukun.

“Untuk mengatasinya, kami mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Hingga akhir Juli 2018, kami telah salurkan 84 tangki air bersih atau sekitar 420.000 liter. Jumlah ini untuk mencukupi kebutuhan 3.793 KK atau 15.120 jiwa,” jelasnya. 


(Asef Amani/CN42/SM Network)