• KANAL BERITA

Pencemaran Bengawan Solo Jadi Aspirasi Saat Reses

RIWAYATMU KINI: Kendaraan melintas di jembatan yang ada di atas aliran Bengawan Solo, di daerah perbatasan Masaran dan Plupuh. (Foto: suaramerdeka.com/Basuni H)
RIWAYATMU KINI: Kendaraan melintas di jembatan yang ada di atas aliran Bengawan Solo, di daerah perbatasan Masaran dan Plupuh. (Foto: suaramerdeka.com/Basuni H)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Pencemaran di Bengawan Solo menjadi salah satu keluh kesah dari masyarakat yang ada di wilayah Sragen, yang diserap dari hasil reses anggota DPR Agustina Wilujeng Pramestuti. Pencemaran itu mengakibatkan bau tak sedap dan warna air sungai yang berubah, serta membawa dampak bagi sekitarnya, termasuk tanaman yang ada di sekitar aliran sungai.

Selain itu, masyarakat Sragen masih berharap adanya sumur dalam untuk menjamin ketersediaan air bagi tanaman pertanian mereka, khususnya di musim kemarau seperti sekarang ini.

Hal ini diungkapkan Agustina saat menggelar reses di Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, kemarin malam. Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPC PDIP Sragen Untung Wibowo Sukawati yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta anggota DPRD Sragen Sutimin, Camat Plupuh Sumarno, serta tokoh masyarakat.

Agustina mengatakan, dirinya pernah ke Bengawan Solo untuk melihat sendiri, Ternyata saat lewat, tercium bau yang tidak sedap serta warna air yang juga berubah dan hal ini sebenarnya sudah lama terjadi.

“Masalah itu banyak disampaikan saat reses. Saya sudah menyampaikan hal ini kepada Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan (LHK), yang juga menjadi mitra kerja Komisi IV,” kata anggota DPR Fraksi PDIP yang duduk di Komisi IV tersebut. 

Menurut dia, setelah adanya laporan ke Kementerian LHK biasanya terus disampaikan ke provinsi dan kabupaten untuk ditindaklanjuti. Dirinya juga sudah meminta ada tim khusus untuk meneliti limbah tersebut.

“Saya sudah menyampaikan hal ini ke Kementerian LHK dan sekarang sepertinya sedang diselidiki secara serius,” tandasnya. 

Ketika ditanya apakah dari Kementerian LHK sudah mengambil sampel tersebut, Agustina mengatakan bila hal itu akan dia cek seusai reses.

Terpisah, Ketua Divisi Hukum dan HAM Forum Masyarakat Sragen (Formas) Sri Wahono, mengatakan, selama ini memang banyak sekali warga yang berkeluh kesah tentang pencemaran dan limbah Bengawan Solo. Apalagi selama ini Sragen juga menjadi daerah yang dilintasi sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut di beberapa wilayah kecamatan.

Namun akibat sungai menghitam warga mulai ketakutan dan berharap ada tindakan dari pemerintah atau instansi yang berwenang. ”Biasanya banyak yang memanfaatkan aliran Bengawan Solo untuk memandikan ternak, namun sekarang dengan kondisi seperti itu, pemilik ternak tidak berani,” jelasnya.


(Basuni Hariwoto/CN41/SM Network)