• KANAL BERITA

Jumlah Perusahaan Penerima Penghargaan K3 Meningkat

Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto menyerahkan penghargaan K2 Award kepada perusahaan pemenang. (Foto: suaramerdeka.com/Wahyu Atmaji)
Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto menyerahkan penghargaan K2 Award kepada perusahaan pemenang. (Foto: suaramerdeka.com/Wahyu Atmaji)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menggelar Penganugerahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau K3 Award Tahun 2018. Ini acara apresiasi bagi perusahaan yang telah menerapkan K3 di lingkungan kerja dengan baik.

"Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi pekerja, pengusaha, perusahaan, dan berbagai pihak terkait untuk menerapkan K3. Penerapan K3 dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto, di Jakarta, Jumat.

Penganugerahan Penghargaan K3 Tahun ini ada 5 kategori. Yaitu kecelakaan nihil,  sistem manajemen K3 (SMK3), program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV-AIDS) di tempat kerja, pembina K3, dan penghargaan pemeduli HIV-AIDS di tempat kerja.

Jumlah perusahaan yang menerima penghargaan kecelakaan nihil tahun 2018 mengalami peningkatan dibanding  2017. Dari 901 perusahaan pada 2017 menjadi 952 perusahaan pada 2018 atau naik 5,4%. "Ini menjadi indikasi jika banyak perusahaan yang mulai sadar akan penerapan K3," ujar Hery.

Sementara itu, sebanyak 1.465 perusahaan menerima penghargaan SMK3, 123 perusahaan mendapatkan penghargaan program P2HIV-AIDS, dan 15 Gubernur dinobatkan sebagai pembina K3 terbaik.

Ke-15 gubernur tersebut antara lain, Gubernur Jawa Timur, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Banten, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Riau, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Kalimantan Selatan, Gubernur Jambi, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Gubernur Bali, Gubernur Lampung.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3), Sugeng Priyanto, mengatakan sejak awal SMK3 ditetapkan pada 1996 tercatat ada peningkatan perusahaan yang telah menerapkan SMK3. 

Pada 2017 tercatat ada 1.221 perusahaan mendapatkan sertifikat SMK3. Sedangkan pada tahun 2018 naik 16,65% menjadi 1.465 perusahaan. Penerima penghargaan program P2HIV-AIDS juga mengalami peningkatan. Dari 102 perusahaan pada 2017 menjadi 123 perusahaan pada 2018 atau naik 17%.

"Kesadaran perusahaan dalam program ini sepertinya masih harus ditingkatkan mengingat peningkatan jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan program P2HIV- AIDS relatif kecil," kata Sugeng.


(Wahyu Atmadji/CN41/SM Network)