• KANAL BERITA

Marak, Menangkap Ikan dengan Penyengat Listrik

Foto: istimewa
Foto: istimewa

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Menangkap ikan dengan cara penyengat listrik (setrum) di sungai-sungai di Karanganyar belakangan mulai marak dan meresahkan masyarakat. Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan, pihaknya akan bertindak tegas terhadap pelaku penyetruman ikan, lantaran melanggar Perda 26/2015 tentang Tribumtranmas.

"Belakangan ini, kami sering menerima keluhan dari masyarakat, karena banyak praktik penyetruman ikan. Masyarakat resah lantaran merusak lingkungan. Ikan yang kena tidak hanya yang besar, tapi yang kecil-kecil juga ikut mati. Ekosistem di sungai jadi terganggu," katanya, kemarin.

Selain itu, aksi setrum ikan membuat pencari ikan lain kesulitan mendapat tangkapan. "Karena itu, kami akan menindak tegas pelaku, kalau masih nekat nyetrum ikan," tuturnya.

Ada beberapa sungai di Karanganyar, yang menjadi langganan aksi setrum ikan. Antara lain Sungai Siwaluh, Sungai Samin dan Sungai Dimoro. "Kami lakukan razia intensif di tiga sungai yang rawan menjadi sasaran setrum ikan tersebut," tandasnya.

Kurniadi mengatakan, sejak akhir Juli, tiga sungai tersebut sudah dalam pantauan Satpol PP. Sejauh ini, belum tertangkap. Diduga, pelaku pindah ke lokasi lain. "Ya, mereka main kucing-kucingan dengan petugas. Sebab pelaku tahu, aksi mereka melanggar aturan," ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah bersama elemen masyarakat peduli lingkungan berupaya memulihkan ekosistem sungai. ''Mestinya, ikan-ikan itu dipanen pada waktunya, dengan cara wajar. Kalau disetrum, ya nggak mungkin bisa dipanen masyarakat. Bibit-bibit ikan ikut mati,’’ tandasnya.


(Irfan Salafudin/CN40/SM Network)