• KANAL BERITA

Usia Belia Rampungkan Sarjana

Clarissa Pecahkan Rekor S1 Fisip Termuda

PECAHKAN REKOR: Direktur Leprid Paulus Pangka (kiri) memberikan medali penghargaan kepada Clarissa Ivana Kartika Dinansi atas rekor Sarjana Fisip Termuda di kampus Fisip Undip Tembalang Semarang. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)
PECAHKAN REKOR: Direktur Leprid Paulus Pangka (kiri) memberikan medali penghargaan kepada Clarissa Ivana Kartika Dinansi atas rekor Sarjana Fisip Termuda di kampus Fisip Undip Tembalang Semarang. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tak mudah bagi seorang remaja dengan usia 18 tahun mampu merampungkan studi sarjana. Apalagi dengan IPK 3,68 dan tercatat sebagai lulusan Cumlaude. Namun, bagi Clarissa Ivana Kartika Dinansi semua tidak ada yang tidak mungkin jika serius berusaha dan bersungguh-sungguh dalam belajar.

Putri pertama pasangan Dinnar Widargo dan Yuliana Budi Setianingsih tersebut membuktikannya. Tepat berusia 18 tahun, 3 bulan dan 26 hari, gadis kelahiran Balikpapan tersebut lulus sebagai sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro Semarang. "Saya bersyukur semua perjalanan perkuliahan berjalan dengan lancar hingga bisa lulus dengan cumlaude di usia ini,”ungkapnya saat ditemui di kampus Fisip Undip Tembalang Semarang, Selasa (7/8).

Ia mengaku tak ada yang sulit untuk merampungkan kuliah di usianya yang belia. Meski demikian, pada awal perkuliahan ia sempat merasa berat mengikutinya. Apalagi dengan teman-teman kuliah yang tentunya berusia di atasnya. "Awalnya berat dan butuh penyesuaian. Namun saya bertekat semua harus diselesaikan dan dilewati dengan perjuangan keras agar dapat membanggakan orang tua yang telah membiayai,” ungkap gadis kelahiran 5 Februari 2000 tersebut.

Atas prestasi yang diraihnya tersebut, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) menganugerahkan piagam penghargaan atas rekor sebagai Sarjana Sosial Termuda Indonesia tercatat sebagai rekor ke 376.

Direktur Leprid Paulus Pangka mengatakan pihaknya memberikan penghargaan kepada Clarissa agar prestasi ini bisa menggugah dan menginspirasi generasi muda di seluruh Indonesia. "Usia tidak mengenal batasan dalam belajar. Dengan kesungguhan dan kerja keras pun meski di usia muda memungkinkan meraih gelar sarjana,”jelasnya.

Pulus mengatakan sebelumnya Clarissa juga mendapat penghargaan Leprid atad rekor mahasiswa termuda Fisip pada tahun 2014. Sementara itu Yuliana Budi Setianingsih mengaku bangga dengan capaian prestasi yang diraih putri pertamanya tersebut. Ia bercerita, sejak kecil anaknya tidak pernah dipaksakan belajar begitu giat.

"Sejak kecil Clarissa saya biasakan belajar atas keinginannya sendiri. Dan atas kesadarannya ia rajin dan suka membaca buku. Banyak waktu luangnya yang dimanfaatkannya untuk membaca. Tak ayal jika sejak Sekolah Dasar ia selalu mendapat ranking pertama dan masuk dalam kelas akselerasi/ percepatan hingga SMA,” jelasnya.


(Maulana M Fahmi/CN26/SM Network)