• KANAL BERITA

Perwira Tentara Lima Negara Belajar Jogja dari Danrem Pamungkas

Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Mohammad Zamroni berdialog dengan lima Perwira Siswa (Pasis) dari lima negara di ruang kerjanya, Selasa (7/8). (suaramerdeka.com/Gading Persada)
Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Mohammad Zamroni berdialog dengan lima Perwira Siswa (Pasis) dari lima negara di ruang kerjanya, Selasa (7/8). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Ada banyak cara mempelajari kebudayaan Indonesia khususnya Jogja. Seperti yang dilakukan perwira tentara dari lima negara yang belajar budaya Kota Gudeg dari Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI Mohammad Zamroni.

"Mereka adalah Perwira Siswa (Pasis) yang kebetulan sedang mengikuti pendidikan Sesko TNI dalam rangka pengenalan budaya Indonesia khususnya tentang budaya Yogyakarta," tutur Danrem, saat menerima kunjungan lima Pasis di ruang kerjanya, Selasa (7/8).

Pasis Negara Sahabat Sesko TNI tersebut terdiri Kolonel Kennet Bowes (Australia), Kolonel Rama Kavana (Madagaskar), Kolonel Ng Pak Shun (Singapura), Kolonel Anshul Kishore (India) dan Kolonel Nazarudin (Malaysia). Di hadapan para pasis tersebut, Zamroni menjelaskan tentang kedudukan Korem 072/Pamungkas, di mana membawahi 10 Kodim yang terletak di dua wilayah yaitu lima Kodim di Provinsi DIY dan lima Kodim berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah tepatnya di wilayah eks Kerasidenan Kedu serta satu Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista. Dengan berbekal pengalaman dan sekolah di luar negeri serta fasih berbahasa Inggris, Danrem Pamungkas begitu lancar menjelaskan tentang situasi Jogja dan kebudayaannya, termasuk kebudayaan Indonesia.

"Situasi Jogja aman dan kondusif, sehingga banyak wisatawan yang senang datang ke sini. Jogja juga disebut miniatur Indonesia, karena semua suku ada di sini. Sangat cocok bagi mahasiswa dan pelajar untuk kuliah di sini," jelas Danrem.

Zamroni juga menjelaskan perihal keistimewaan Yogyakarta ini, karena dipimpin seorang gubernur yang juga seorang Raja Kraton Jogja, sehingga tidak ada pemilihan kepala daerah di provinsi ini. Pada kesempatan itu, salah satu Pasis asal Australia yakni Kolonel Kennet Bowes bertanya tentang hubungan Resimen Mahasiswa dengan TNI.

"Pembentukan Resimen Mahasiswa tidak ada hubungannya dengan TNI, tetapi mereka murni bentukan dari kampus masing-masing sebagai unsur keamanan internal. Namun saat ini muncul kesadaran sendiri dari kampus untuk melatih kesadaran tentang bela negara. Bahkan saat ini bukan hanya dari mahasiswa saja yang menginginkan pelatihan bela negara tetapi dari pelajar juga mulai tumbuh dan meminta TNI untuk melatihnya," jawab Danrem.

Selain mengunjungi Korem 072, para Pasis Negara Sahabat Sesko TNI juga menyambangi pabtrik Sritex Solo. Kemudian kembali ke Kota Pelajar untuk mengunjungi Kraton Yogyakarta, Candi Prambanan dan Candi Borobudur, Museum Yogya Kembali dan Museum Batik Yogyakarta.

"Hal ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat lagi tentang kekayaan budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia terutama yang berada di Jogja," tandas Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Yogyakarta, Mayor Arm Mespan Haryadi.


(Gading Persada /CN40/SM Network)