• KANAL BERITA

Sayidan Disulap Jadi Kampung Selfie

Keterangan foto : Anak-anam muda Kampung Sayidan tampak serius mengecat dinding rumah dan jalan konblok kampung mereka. (Foto : SM/Sugiarto)
Keterangan foto : Anak-anam muda Kampung Sayidan tampak serius mengecat dinding rumah dan jalan konblok kampung mereka. (Foto : SM/Sugiarto)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Barangkali ini kali pertama di Yogyakarta, dimana dinding rumah dan jalan konblok masuk Kampung Sayidan, Kalurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, di cat dengan aneka macam gambar menarik dan apik. Suasana demikian menarik perhatian orang yang kebetulan sedang berkunjung di kampung tersebut.

Dinding rumah dan jalan masuk kampung tersebut, di cat dan digambar aneka macam warna hingga menarik anak-anak muda foto di tempat tersebut. Hal ini sejalan dengan keinginan warga kampung yang ingin menjadikan, Sayidan sebagai 'Kampung Selfie' di tengah Kota Yogyakarta.  
 
Keinginan anak-anak muda Kampung Sayidan ini, memang cukup beralasan. Untuk mewujudkan itu, hampir semua dinding rumah warga dan jalan konblok masuk kampung di gambar dengan aneka macam warna. Suasana demikian ini, membuat anak-anak muda yang melalui kampung itu berhenti sejenak hanya sekedar untuk berfotoria.

''Hampir semua jalan masuk kampung kami cat dengan aneka macem gambar, dengan harapan orang yang kebetulan melalui jalan itu atau masuk Kampung Sayidan terkesan kemudian berselviria,'' kata Andung, salah seorang warga kampung itu, Senin (6/8). ''Semua cat ini kami beli sendiri alias swadaya,'' imbuhnya.

Disamping itu, selama ini ada satu rumah mirim gereja di sebelah selatan Toko Mbah Petruk yang sudah dihancurkan menjadi tempat selvi dengan latar belakang rumah yang berbentuk gereja tersebut. Sebenarnya bangunan itu, bukan gereja tapi semula oleh pemiliknya akan dibuat museum namun entah karena apa bangunan itu tidak diteruskan. 

Kampung kelahiran kelompok musik band Shagydog tersebut, akhirnya menjadi 'Kampung Selvi' yang cukup menarik dan apik untuk dikunjungi. Apalagi hampir semua jalan dan gang masuk kampung itu, semua dicat dengan aneka macam warna yang menarik. ''Kami ingin kampung kami menjadi kampung yang bersahabat,'' katanya.

Menurut Andung, untuk mengecat kampung itu anak-anak muda kampung itu sudah menghabiskan dana jutaan rupiah. ''Satu cat ukuran 5 kilogram harganya Rp 40 ribu, sementara ini sudah habis puluhan kaleng cat ukuran besar,'' katanya. 

Meski sudah habis uang banyak, namun anak-anak muda kreatif ini cukup bangga karena bisa membuat orang senang melihat kampungnya yang cantik dan indah ini. ''Kami sudah habis uang banyak, tapi tidak masalah karena kami bangga karena bisa membuat orang senang,'' katanya lagi.

Selain uang itu diperoleh dari iuran anak-anak muda, tapi mereka juga minta secara resmi melalui pengurus kampung dan hasilnya dibelikan cat. Untuk mengecat dinding rumah dan jalan konblok dilakukan pada malam hari, agar tidak mengganggu para pejalan kaki maupun kendaraan yang mau lewat.
 

Jalan masuk ke kampung yang sudah di cat, diantaranya jalan kampung sebelah barat Jembatan Sayidan, lalu hampir semua jalan di dalam kampung sudah dicat dengan aneka macam warna. ''Kalau ada yang mau selvi di kampung silahkan, kami akan terima dengan senang hati,'' timpal Gandung. ''Kebetulan sekarang ini, bertepatan dengan anak-anak muda kampung itu resik-resik kampung dalam rangka memperingati HUT RI Ke 73 jadi semakin semarak. 


(Sugiarto/CN34/SM Network)