• KANAL BERITA

35 Siswa SMA/SMK Lolos Seleksi Paskibraka Jateng

PEMANTABAN PASKIBRAKA: Kepala Disporapar Jateng Urip Sihabudin membuka kegiatan pelatihan dan pemantaban 35 Paskibraka tingkat Jateng di Gedung Pusdiklat BKK Kota Semarang, Senin (6/8). (Foto: suaramerdeka.com/Hanung Soekendro)
PEMANTABAN PASKIBRAKA: Kepala Disporapar Jateng Urip Sihabudin membuka kegiatan pelatihan dan pemantaban 35 Paskibraka tingkat Jateng di Gedung Pusdiklat BKK Kota Semarang, Senin (6/8). (Foto: suaramerdeka.com/Hanung Soekendro)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng telah menyeleksi ratusan siswa SMA/SMK di seluruh Jateng menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) upacara hari kemerdekaan 17 Agustus di tingkat provinsi. Hasilnya, 35 siswa lolos seleksi dan mengikuti pelatihan dan pemantaban dari 4-19 Agustus 2018.

Kepala Disporapar Jateng Urip Sihabudin menjelaskan dari 35 siswa tersebut terdiri dari 19 laki-laki dan 16 perempuan. Mereka merupakan siswa siswi terbaik dari kabupaten/kota yang memiliki kemampuan fisik dan wawasan.

“Mereka akan menjadi pengibar bendera pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73 tingkat provinsi pada 17 Agustus 2018 di Lapangan Simpang Lima Semarang,” kata Urip pada acara pembukaan kegiatan pemantaban Paskibraka di Gedung Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) BKK Kota Semarang, Senin (6/8).

Selanjutnya, jelas Urip, mereka akan mengikuti pelatihan dan pemantaban di Pusdiklat BKK Kota Semarang selama 16 hari. Mereka dilatih oleh personel Polda Jateng, Kodim 0733/Semarang, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Jateng.

Kegiatan pemantaban itu dinilainya sangat penting lantaran sebagai titik awal tugas pengibaran dan penurunan bandera pada hari Proklamasi. Melalui pemantaban tersebut, akan ditekankan sikap disiplin, tanggung jawab, tangkas, teliti, memiliki ketahanan fisik dan menjaga kekompakan tim.

Kegiatan dalam pelatihan diantaranya adalah baris berbaris, pengibaran dan penurunan bendera, memimpin dan dipimpin, serta kekompakan.

Saat membuka kegiatan tersebut, Urip juga menyinggung perihal kewajiban pemuda dan pemudi bangsa dalam pembangunan nasional sebagaimana amanat UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Generasi muda wajib menjaga pancasila sebagai ideologi bangsa, menjaga keutuhan NKRI, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dalam pelaksanaan mungkin ada tekanan-tekanan yang diberikan, tapi itu untuk membentuk karakter disiplin dan melatih mental yang kuat. Untuk para pembina diharapkan juga bisa mengukur porsi latihan dan ketahanan fisik peserta,’’ harap Urip.


(Hanung Soekendro/CN41/SM Network)