• KANAL BERITA

Ratusan Warga Tegal Randu Terlayani Medis Gratis

Perwakilan Djarum Foundation Arvi Oktaviandra menyerahkan secara simbolis bantuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jateng yang diterima oleh pengasuh Ponpes Nurul Falah, KH Muhammad Wahib, Sabtu (4/8). Pelayanan medis diselenggarakan oleh Djarum Foundation Bakti Sosial bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Insan Negeri. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Perwakilan Djarum Foundation Arvi Oktaviandra menyerahkan secara simbolis bantuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jateng yang diterima oleh pengasuh Ponpes Nurul Falah, KH Muhammad Wahib, Sabtu (4/8). Pelayanan medis diselenggarakan oleh Djarum Foundation Bakti Sosial bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Insan Negeri. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 625 orang memadati pondok pesantren (ponpes) Nurul Falah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, untuk mendapatkan pengobatan massal gratis, Sabtu (4/8). Acara pelayanan medis ini, merupakan kerja sama Djarum Foundation dengan Ponpes Nurul Falah, dan Yayasan Bhakti Insan Negeri (YBIN).

Kepala Desa Tegal Randu, Siti Kowiyah, sangat mengapresiasi kegiatan pelayanan medis untuk warganya. Pihaknya pun bahkan siap membantu menyediakan lahan apabila Djarum Foundation berkeinginan mendirikan klinik kesehatan di Tegal Randu.  

''Kami sangat terharu mendengar akan digelarnya kegiatan pengobatan massal gratis ini. Karena memang banyak warga di daerah ini kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Ini sangat bermanfaat dan membantu sekali. Harapan kami kegiatan ini bisa diteruskan. Syukur-syukur apabila didirikan klinik kesehatan. Saya akan bekerja sama dengan pihak ponpes, dan warga untuk gotong-royong. Untuk lahan, desa siap menyediakan untuk pembangunan klinik,'' papar Kades Siti.

Sementara itu, pengasuh ponpes Nurul Falah, KH Muhammad Wahib mengatakan, kegiatan layanan medis dapat sebagai pintu pembuka kerja sama dengan pihak-pihak yang peduli kesehatan. Karena manfaatnya nyata bagi masyarakat dan dibutuhkankan. Apalagi bila di daerah itu jauh dari puskesmas.

''Antusias warga dan anak-anak pesantren untuk berobat dan sehat sangat tinggi. Kami sangat berbangga hati, karena bisa mengemban amanah ini dengan baik, atas terselenggaranya pelayanan kesehatan ini. Bagi yang sakit, dapat pengobatan, sehingga cepat sembuh, bagi yang sehat agar menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat,'' ujar KH M Wahib.

Sedangkan perwakilan Djarum Foundation, Arvi Oktaviendra menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam kegiatan ini, tentunya langsung bisa menyentuh pada pelayanan kesehatan warga yang kurang mampu dan jauh dari puskesmas.  

''Kepedulian yang sedikit ini semoga bisa membantu masyarakat lereng Gunung Merapi, khususnya dalam  mendapatkan pelayanan kesehatan,'' kata  Arvi.

Senada yang diungkapkan, Koordinator YBIN, dokter Mada Gautama, bahwa tanggung jawab dalam peningkatan pelayanan bidang kesehatan tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja. Namun juga swasta dan peran aktif warga sangat diharapkan. ''Misalnya, ada program Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang bisa diaktifkan kembali dengan gerakan pelayana medis semacam ini,'' tandasnya.


(Irawan Aryanto/CN40/SM Network)