• KANAL BERITA

Agustus, Berkah Bagi Pedagang Kelengkapan Peringatan HUT RI

MELAYANI PEMBELI: Salah satu pedagang musiman kelengkapan peringatan Hari Kemerdekaan RI atau tujuhbelasan melayani pembeli di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Purworejo, kemarin. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
MELAYANI PEMBELI: Salah satu pedagang musiman kelengkapan peringatan Hari Kemerdekaan RI atau tujuhbelasan melayani pembeli di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Purworejo, kemarin. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Memasuki bulan Agustus, suasana peringatan Hari Kemerdekaan RI mulai terasa di mana-mana. Para pedagang musiman kelengkapan peringatan Hari Kemerdekaan atau 17an pun ketiban berkah. Hanya dalam waktu sekitar tiga minggu mereka bisa meraup keuntungan jutaan rupiah.

Sejak akhir Juli lalu pedagang-pedagang kelengkapan 17an mulai bermunculan di berbagai sudut kota Purworejo. Mereka kebanyakan memajang berbagai pernak pernik atau kelengkapan peringatan 17an di tepi-tepi jalan yang ramai dilalui masyarakat dan pengguna jalan.

Acu Jaya (45) merupakan salah satu pedagang musiman yang menjajakan kelengkapan peringatan 17an di Jalan Brigjen Katamso, Purworejo. Sehari-hari dia memiliki toko gorden di Pasar Kenteng. Namun menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ini dia memilih menjadi pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalan Brigjen Katamso menjajakan kelengkapan 17an.

“Sejak 27 Juli mulai jualan, rencana sampai tanggal 16 Agustus. Buka dari jam delapan pagi sampai lima sore. Saya jualan di sini rutin setiap musim tujuhbelasan sejak tahun 1987,” ungkap lelaki yang berasal dari Garut namun sudah menjadi warga Condongsari, Banyuurip, Purworejo ini kepada Suara Merdeka, kemarin.

Ada bermacam-macam pernak-pernik 17an yang dia sediakan. Mulai dari bendera merah putih plastik kecil-kecil, bendera kain beraneka ukuran, umbul-umbul, layur, hingga background. Harganya pun bervariasi, mulai dari yang termurah Rp 7.500 untuk satu bendel bendera plastik kecil-kecil berisi 100 lembar hingga Rp 250 ribu untuk background.

Biasanya, selama sekitar tiga minggu berjualan kelengkapan 17an, Acu bisa mendapat keuntungan sekitar Rp 5 juta. Dia mendapatkan berbagai pernak-pernik tersebut dari adiknya yang menjadi produsen di Garut, Jawa Barat.

“Barangnya gak pasti selalu habis. Kalau gak habis ya disimpan dulu untuk dijual lagi tahun depan,” imbuhnya.

Pedagang lainnya, Markum (58) yang menggelar dagangannya di kawasan Jalan Urup Sumoharjo, mengaku musiman saja menjadi pedagang kelengkapan 17an. Selain untuk mencari nafkah, sekaligus dia ingin ikut meramaikan dan memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan.

“Kalau yang jualan seperti ini banyak kan orang juga mudah untuk mendapatkan, jadi lebih meriah, kalau gak ada yang jualan kan orang susah mau carinya,” katanya.

Menurutnya, pembeli paling banyak dari sekolah-sekolah dan perkantoran karena sekali beli bisa sampai kodian, bahkan sampai belanja Rp 600 ribuan. Berbeda dengan pembeli pribadi yang hanya beli satu dua item saja.

“Kalau saya keuntungan sedikit, satu musim paling Rp 2,5 juta. Karena saya sistemnya setoran (bukan kulakan), kalau sudah laku setor ke juragan, saya dapatnya sedikit,” imbuhnya. 


(Panuju Triangga/CN39/SM Network)