• KANAL BERITA

Spirit Dakwah Berlandaskan Nasionalisme

DAKWAH KEBANGSAAN:Pengurus Pusat Muhammadiyah yang juga anggota Wantimpres A Malik Fadjar, didampingi Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir, dan Rektor Unimus Masrukhi, menyampaikan pemikiran mengenai konsep berdakwah dengan semangat nasionalisme di RSGM, Jumat (3/8). (Foto suaramerdeka.com/Hari Santoso)
DAKWAH KEBANGSAAN:Pengurus Pusat Muhammadiyah yang juga anggota Wantimpres A Malik Fadjar, didampingi Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir, dan Rektor Unimus Masrukhi, menyampaikan pemikiran mengenai konsep berdakwah dengan semangat nasionalisme di RSGM, Jumat (3/8). (Foto suaramerdeka.com/Hari Santoso)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Semangat dakwah yang dikembangkan oleh Muhammadiyah selalu mendapat dukungan umat selama ini. Alasannya juga karena dalam menyampaikan dakwah, para ulama maupun ustad di organisasi keislaman besar ini, tak lupa menggelorakan semangat nasionalisme. Hal itu dikemukakan Pengurus Pusat Muhammadiyah yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) A Malik Fadjar di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unimus, Jumat (3/8).  

Malik Fadjar berbicara dihadapan Pengurus Muhammadiyah, profesor, guru, dosen dan mahasiswa yang memadati aula Lantai 3 RSGM.  Forum itu juga mengundang Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir, Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi, hingga Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unimus Widadi.
 
Dia mengatakan karena misi dakwah yang membawa serta spirit kebangsaan tersebut menjadikan Muhammadiyah adalah perekat umat. Selain itu juga bagian dari menjaga dan merawat NKRI. Sejarah panjang bangsa ini juga tak luput dari peran aktif warga Muhammadiyah yang memberikan kontribusi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

'' Kami juga menyadari penuh Muhammadiyah adalah ormas keagamaan besar. Namun tujuan kami semata untuk memperkuat syiar Islam serta memberikan yang terbaik untuk Indonesia,''jelas mantan Menteri Agama di era Presiden BJ Habibi dan Menteri Pendidikan Nasional di era kabinet Presiden Megawati Soekarno Putri ini.

Rektor Masrukhi mengakui para ulama Muhammadiyah senantiasa memberikan dakwah yang menyejukkan hati. Hal serupa ditunjukkan dalam kedatangan Malik Fadjar di Kota Lumpia. Mantan Rektor UMS itu dalam menyampaikan pesan moral dan keagamaan juga mengedepankan rasa sopan santun. Walhasil umat kian tercerahkan dan memandang dakwah Islam terasa sampai ke dalam kalbu.

'' Tak kurang juga kami beranggapan dengan model dakwah yang santun semacam ini menjadikan Prof A Malik Fadjar adalah Bapak Muhammadiyah,''jelas Masrukhi. 


(Hari Santoso/CN19/SM Network)