• KANAL BERITA

9,8 Hektare Tersedia untuk Pengembangan Kampus Undip

Program Studi di Luar Kampus Utama di Kota Santri

Yulian Akbar  (Foto suaramerdeka.com/dok)
Yulian Akbar (Foto suaramerdeka.com/dok)

KAJEN, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyediakan lahan seluas 9,8 hektare di Dukuh Krandon, Desa/Kecamatan Kesesi untuk pengembangan kampus Universitas Diponegoro dalam pelaksanaan Program Studi di Luar Kampus Utama. 

Hal itu disampaikan Kepala Bappeda dan Litbang Bambang Irianto melalui Sekretaris Bappeda dan Litbang Yulian Akbar, di ruang kerjanya, Jumat (3/8). Menurutnya, Pemkab Pekalongan pada Januari 2018 lalu telah MoU dengan Undip Semarang untuk pengembangan pendidikan di Kota Santri dengan sistem Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kota Kajen.

"Pemkab telah menyedioakan lahan seluas 3.120 meter persegi dan sudah ada bangunan di atasnya seluas 351 meter persegi. Lokasinya berada di Jalan Raya Mandurorejo, Desa Tanjungkulon, Kecamatan Kajen. Gedung itu merupakan gedung eks Sanggar Kegiatan Bersama. Gedung tersebut diperuntukkan proses perkualihan tahap awal, untuk pengembangannya Pemkab juga sudah menyediakan lahan seluas 9,8 hektare di Kesesi," jelas Yulian Akbar.

Pelaksanaan program kerja sama dengan Undip ini merupakan ikhtiar pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan angka partisipasi perguruan tinggi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kuliah di kampus negeri, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang membuka calon mahasiswa baru Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kota Kajen, Kabupaten Pekalongan. Adapun program studi yang dibuka yaitu prodi D3 Akuntansi dan D3 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).

"Kami mengharapkan dengan adanya kampus Undip di Kabupaten Pekalongan akan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, meningkatkan sumber daya manusia, dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kuliah di universitas negeri. Untuk tahap awal ini dibuka dua prodi, yakni D3 Akuntansi dan D3 PWK. Kenapa dua prodi ini yang dibuka di Kabupaten Pekalongan merupakan domain Undip. Tentu sebelumnya sudah ada kajian dan database peminatan oleh Undip. PSDKU ini prodinya harus terakreditasi A, sehingga kualitasnya terjamin. Proses pembelajarannya juga tidak berbeda dengan kampus di Semarang," terang Akbar.


(Agus Setiawan/CN19/SM Network)