• KANAL BERITA

Pergantian Pompa Luweng Songo Butuh Waktu Empat Hari

Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf Widi Prasetijono (kiri), didampingi Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf M Heri Amrrulloh (dua dari kanan) memeriksa sumber air Luweng Songo, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf Widi Prasetijono (kiri), didampingi Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf M Heri Amrrulloh (dua dari kanan) memeriksa sumber air Luweng Songo, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Proses pergantian mesin pompa di Luweng Songo, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri yang rusak terendam banjir, membutuhkan waktu paling tidak empat hari. Lantaran posisi mesin terendam di dalam sungai bawah tanah yang berjarak ratusan meter dari permukaan tanah

Kepala Desa Sumberagung, Suyono mengatakan, proses pembersihan lumpur dan penggantian mesin pompa telah berlangsung sejak Senin (30/7). "Perbaikan memakan waktu sampai empat hari karena posisi mesin jauh di dalam luweng. Kami harus meminta bantuan pecinta alam dari Solo yang sudah profesional menelusuri gua," katanya, Kamis (2/8).

Selain personel pecinta alam, beberapa pemuda desa ikut masuk ke dalam luweng. Mereka harus menuruni luweng sedalam 33 meter, kemudian berjalan menelusuri gua bawah tanah sekitar 200 meter. "Setiap hari ada enam-delapan orang yang masuk luweng secara bergantian. Membawa peralatan lengkap," ujarnya.

Mereka membawa senter, tali tambang, harnes dan peralatan lainnya. Terkadang, mereka harus merayap saat melewati lorong-lorong sempit. Namun, beberapa bagian berupa ruangan gua yang cukup lapang.

Bantuan Danrem

Ada pun posisi mesin pompa ada di salah satu ruangan yang luas. "Di dalam sana ada sungai bawah tanah. Karena banjir beberapa bulan lalu, mesin pompa di sungai bawah tanah terendam lumpur. Mesin pompa itu sedang kami ganti," terangnya.

Pihaknya telah menerima bantuan berupa dua unit mesin pompa dari Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf Widi Prasetijono. Satu unit digunakan untuk mengganti mesin di Luweng Songo, satu unit lainnya digunakan di balai desa setempat.

Suyono mengungkapkan, debit sungai bawah tanah di Luweng Songo bisa mencapai 22 liter per detik. Ada pun air yang digunakan saat ini baru beberapa liter per detik. Air tersebut digunakan sekitar 500 keluarga di Dusun Ngaluran, Karang Kulon, Digal, dan Miri.

"Potensi airnya masih sangat besar. Tapi kami terkendala pasokan listrik di desa kami yang kurang kuat. Kalau listriknya besar, pemanfaatan air bisa maksimal," ujarnya.

Camat Pracimantoro Warsito mengatakan, mesin pompa rusak karena terendam lumpur di sungai bawah tanah.


(Khalid Yogi/CN40/SM Network)